Selasa, 08 Agustus 2017

Yang Sederhana yang Penuh Kesan... Mbak Ima Fasilitator STBM dari Mojokerto

Mbak Ima berkunjung ke lahan penduduk yang memanfatkan kompos dari sampah organik
Sekilas wanita itu nampak biasa-biasa saja. Terkesan terlalu sederhana malah. Berbaju kerja lengan panjang, celana panjang, wajah berbedak tipis tanpa polesan make up berarti, paling-paling sepoles lipstick tipis, saat berangkat kerja. Rambut ikalnya diikat begitu saja ke belakang, dengan karet gelang. Iya, karet gelang, bukan karet  rambut warna-warni seperti yang dipakai kebanyakan wanita. Orang yang tidak kenal mungkin menganggapnya bukan siapa-siapa. Namun, jika kita telah mengenal sepak terjangnya di dunia kesehatan lingkungan, maka decak kagum mungkin tak akan berhenti keluar dari bibir kita.
sosok sedrhana itu...
Nama wanita kelahiran Mojokerto itu adalah Ima Alfiyatunnisak. Kami biasa memanggilnya “Mbak Ima”. Kepada kami , Mba Ima menyebut dirinya sebagai fasilitator STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat). Mbak Ima merupakan pekerja independen, bukan PNS. Saat ini Mbak Ima bekerja degan sistem kontrak di Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara di seksi Kesehatan Lingkungan. Pekerjaan di DKK pun berkaitan dengan profesinya sebagai  konsultan STBM, yang membantu tugas DKK dalam melaksanakan pendekatan STBM ke masyarakat Jepara, di mana saat ini yang sedang gigih dikejar adalah mengentaskan desa-desa di Jepara dari kebiasaan BABS (Buang Air Besar sembarangan).
Ngobrol santai tapi serius bareng Mbak Ima di teras musholla

Dengan logat medok khas Jawa Timur, wanita kelahiran 30 Desember 1981 ini bercerita tentang pengalamannya menjadi seorang pengabdi masyarakat. Mbak Ima yang ternyata seorang alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga  Surabaya lulusan tahun 2005 ini mengawali langkah hidupnya sebagai fasilitator STBM ketika mengikuti pelatihan di Kabupaten Jember pada Program WSLIC pada tahun 2006, dan bekerja di sana sampai tahun 2007. Berawal dari situlah Mbak Ima mulai berpindah-pindah tempat tinggal demi idealisme seorang pengabdi masyarakat.

Setelah itu, Mbak Ima hijrah ke Gresik, menjadi Fasilitator bidang pemberdayaan Program PPIP tahun 2008. Tahun 2009 Mbak Ima pindah lagi ke Kabupaten Lamongan menjadi Fasilitator Kecamatan bidang pemberdayaan program PNPM Mandiri Perdesaan. Selanjutnya tahun 2010 Mbak Ima menjadi Fasilitator yang sama, hanya saja pindah di Kabupaten Jombang.

Tak hanya di pulau Jawa, tapi Mbak Ima juga pernah merasakan perjuangan turun ke  masyarakat Lembatta, NTT. Saat itu Ia sebagai tenaga ahli Kab bid kesh (dmac)program Pamsimas I di pertengahan tahun 2010 – 2011. Mulai tahun 2014, Mbak Ima mulai bekerja di Jepara, sebagai Faskab STBM program Pamsimas.  Dan Desember nanti, Mbak Ima masuk tahun ke dua bekerja di Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara.

Aih Mbak Imaaa… perjalananmu sebagai seorang pahlawan perubahan masyarakat patut mendapat acungan jempoool. 
Saat mendampingi Petinggi tanda tangan komitmen desa ODF di acara Sosialisasi STBM

Dan ketika ditanya tentang STR sebagai salah satu syarat seseorang untuk diakui sebagai ahli kesehatan, apa jawab Mbak Ima?
 “Saya tidak menjual ijazah saya, yang saya jual ilmu dan pengalaman saya. Saya tidak mengurus STR, karena misi saya adalah bekerja membagi pengalaman. Saya juga tidak ingin menjadi pegawai negeri. Saya hanya ingin mengikuti kata hati. Kalau di situ orang-orang yang bekerja sama masih idealis dan bisa diajak memajukan masyarakat, maka saya betah. Tapi kalau sudah susah untuk idealis dan care…, maka mungkin saya lebih baik mencari tempat lain yang bisa bekerja sama dengan standar saya. Meski digaji besar kalau hati saya tidak nyaman, saya keluar saja, cari yang benar-benar bisa membuat saya mengabdi dengan baik.”

Lalu lanjut Mbak Ima lagi,
“Masalah rezeki itu mengikuti. Ya, seperti kalau pas ada acara kayak ini, dapat kotak makan, snack, itu rezeki yang harus disyukuri.” kata Mbak Ima sambil menunjukkan kotak nasi yang barusan didapat dari acara Sosialisasi STBM di Kecamatan Mayong.”

Tugas utama Mbak Ima saat ini adalah sebagai akselerator kesehatan (fasilitator percepatan program kesehatan masyarakat) di seksi Kesling yang mengawal desa-desa di wilayah Kabupaten Jepara agar bisa menjadi desa ODF. Dan ini bukan pekerjaan mudah. Karena ternyata perilaku BAB sembarangan di berbagai penjuru Jepara masih bisa dikatakan tidak sedikit.

“Seberapa penting sih Mbak, tempat tinggal kita harus ODF?”
Mendengar pertanyaan itu, jawaban Mbak Ima cukup membuat gusar juga.
“Sangat penting, karena menurut sebuah penelitian yang memang belum banyak diketahui orang, bahwa ternyata kasus anak stunting  (terganggunya tumbuh kembang anak karena kurang gizi) itu tidak hanya disebabkan oleh kurangnya asupan makanan. Tapi.., ini juga bisa dikarenakan adanya kerusakan dinding usus sehingga makanan yang masuk tidak bisa terserap dengan baik kandungan gizinya, penyerapannya terganggu. Sehingga meski dia mau makan banyak, ya kandungan gizinya tidak masuk ke tubuh, karna hanya nyelonong saja, masuk, trus keluar…, jadi seperti percuma makan banyak. Makanya anak menjadi stunting. Dan… dalam hal ini, ternyata bakteri E Coli bisa menyebabkan kerusakan dinding usus yang seperti itu."
“Ooh… jadi nggak hanya bisa menyebabkan diare, dan penyakit lain-lain itu ya mbak..?”
“Iya…! Itulah hal yang paling membahayakan dari E Coli. Makanya status ODF sangatlah penting…”

Ketika ditanyai apakah pemicuan hanya dilakukan khusus untuk menuju desa ODF saja? Jawaban Mbak Ima, “Ooh… tidak. Pemicuan dilakukan untuk semua pilar STBM, lima-limanya. Dengan pemicuan, masyarakat ditumbuhkan kesadarannya akan arti penting lingkungan yang sehat. STBM bisa untuk BAB sembarangan, untuk CTPS, Penyediaan air minum  yang sehat, pengamanan sampah yang benar, dan pembuangan limbah cair yang aman. Semua bisa pakai cara pemicuan.”
Jawaban Mbak Ima Mbak Ima membuat wartawan (eh… maksudnya saya-red) penasaran. 
“Jadi Mbak, pemicuan itu dulu dari mana ya awalnya kok bisa dijadikan strategi dalam pendekatan STBM?”
“Ooh… itu dulunya dari masyarakat India. Jadi, di India ada suatu daerah bernama Churu, yang merupakan daerah padang pasir. Mereka banyak yang tidak punya jamban, dan BAB di padang pasir. Hal ini bukan karena mereka tidak mampu, tapi karena kebiasaan. Lalu dicobalah suatu cara percepatan tercapainya peningkatan sanitasi dengan metode CLTS (Community Led Total Sanitation) atau dengan pemicuan itu.”

Untuk diketahui, bahwa di Churu, setelah strategi CLTS tersebut, akses sanitasi meningkat dari 18% di tahun 2006 menjadi 73,5% di tahun 2011. Jika ingin tahu lebih lanjut bagaimana tentang strategi CLTS/pemicuan di Churu, bisa langsung baca di link: .http://stbm-indonesia.org/dkconten.php?id=7908.

“Ooh…jadi gitu ya Mbak Ima… Oke, kalau boleh tahu keinginan Mbak Ima ke depan apa sih, tentang kehidupan Mbak Ima sendiri?”
Dengan yakin Mbak Ima menjawab, “Saya ingin berkeliling Indonesia, bahkan kalau bisa sih ke luar negeri. Belajar sambil mengabdi dan memberdayakan masyarakat untuk menjadi lebih baik.  Tentunya tetap bergerak di ranah STBM karena ilmu saya baru sebatas itu..“
Ceilaa…memang keren Mbak kita satu ini. Sudah keren, rendh hati lagi…

Dan ketika diminta menyampaikan pesannya untuk masyarakat Jepara, ini nih jawaban Mbak Ima…
“Untuk membawa perubahan, hendaknya dimulai dari diri sendiri sebelum mengajak orang. Hal itu demi kesehatan dan masa depan generasi penerus kita. Pasti berguna, sekecil apapun langkah kita.” Begitu kata Mbak Ima sebagai penutup wawancara kami.

Bebaskan ekspresimu Mbak Imaaa...!

Terimakasih banyak Mbak Ima, sudah menjadi Kartini kesehatan lingkungan di Jepara. Semoga dengan bantuan Mbak Ima, Jepara berhasil menjadi Kabupaten ODF, atau berprestasi sebagai Kabupaten STBM. Kelak, kemana pun kau melangkah… semoga setiap desah napasmu adalah kebaikan, aamiin…




Selasa, 01 Agustus 2017

Ceritaku Tentang Jepara yang Lebih Sehat (Edisi Kesehatan Lingkungan)




Pernahkan Anda mendengar istilah STBM?. STBM singkatan dari Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Apa maksudnya? STBM adalah sebuah pendekatan dalam rangka pemberdayaan masyarakat menuju kesadaran dalam menciptakan lingkungan hidup sehat. Tujuan utama dari STBM adalah membentuk masyarakat yang menerapkan hygiene dan sanitasi lingkungan yang sehat dengan kesadaran sendiri, sehingga penularan penyakit-penyakit berbasis lingkungan bisa diminimalisir atau diputuskan mata rantainya. Dengan begitu taraf kesehatan masyarakat semakin meningkat dan kualitas hidup menjadi lebih baik.

sumber: sehatnegeriku.kemkes.go.id

Pendekatan STBM ini diluncurkan melalui Kepmenkes No 852 tahun 2008 tentang Strategi Nasional STBM, dan diperbarui dengan Permenkes No 3 tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Gambaran lebih jelas tentang STBM terlihat dari rincian pilar STBM. Lima pilar inilah yang menjadi fokus pendekatan sebagai hal-hal utama yang diharapkan agar masyarakat melaksanakannya secara total. Adapun lima pilar itu adalah: stop buang air besar sembarangan (Stop BABS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga (PAMMRT), pengelolaan sampah rumah tangga dengan benar, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga yang aman. Lima hal itulah yang selama ini menjadi masalah sanitasi utama di masyarakat. 

Minggu, 04 Juni 2017

[Catatan Ramadhan ke Dua] Inilah Kisah Dibalik Terbitnya Novel Terbaruku: "Serpihan Asa"

        Alhamdulillah… menulis lagi di blog. Alhamdulillah… kali ini aku ingin sedikit bercerita tentang novel terbaruku yang terbit sebagai e book. Judulnya “Serpihan Asa”. Sebenarnya novel ini sudah terbit bulan April, tapi aku baru dapat penampakannya bulan Mei, pas di Bulan Ramadhan. Rasanya makin menambah kebahagiaan di bulan puasa, Alhamdulillah....

Novel seperti apakah itu?



sampul novelku


         Novel ini aku tulis karena waktu itu terinspirasi dari kisah seorang gadis yang berprofesi sebagai bidan desa, di Desa Teluk Awur. Aku rasa profesi ini jarang dipakai penulis di Indonesia sebagai profesi tokoh ceritanya. Di saat para penulis marak dengan novel korea ataupun metropolitannya, aku tenggelam dalam penulisan novel yang lebih mengulas kehidupan pedesaan dan kehidupan pinggiran pantai. Kebetulan aku sendiri lulusan Fakultas Kesehatan Masyarakat, jadi lumayan nyambung lah dengan kehidupan bidan yang hari-harinya tak lepas dari urusan partus dan KB. Kupikir back ground profesi tokoh yang unik ini (untuk ukuran novel) akan memunculkan warna tersendiri yang bisa menambah wawasan dan menjadikan kehidupan tokoh tidak biasa-biasa saja.
        Ohya.. mengenai jalan ceritanya, meski terinspirasi dari salah satu kisah penggalan hidup seseorang (nyata), tak seluruh alurnya kubuat sama. Novel tetaplah memerlukan imajinasi dan kreativitas yang akan menjadikan cerita hadir secara utuh dengan tidak meninggalkan pesan yang ingin disampaikan oleh penulisnya. Jadi, syah-syah saja jika cerita novel ini ternyata tak sama persis dengan apa yang terjadi di dunia nyata yang dialami oleh sang penginspirasi. Karena memang dalam novel ini tak hanya satu tokoh dan kisah yang menginspirasi, ada inspirator tambahan, kisah nyata tambahan, pengalaman pribadi, lalu diolah dan diramu menjadi bentuk cerita yang baru. Ada juga referensi-referensi dari buku dan website kesehatan. Ada pesan tentang cinta di sana, ada pesan tentang moral, kesopanan, serta kritik fenomena sosial yang menurut penulis mestinya ada perubahan dari masyrakat pelaku pola kehidupan tertentu di sana (Teluk Awur).

Mengapa settingnya Teluk Awur?

        Karena Teluk Awur adalah salah obyek wisata di Jepara yang aku pikir layak juga untuk diperkenalkan kepada khalayak. Meski keadaan Teluk awur saat ini lebih baik dibandingkan keadaannya saat aku tulis novel ini. Jadi, misal nanti baca novelku dan menemukan ketidaksamaan di beberapa bagian dengan keadaan sekarang, yo harap maklum yah…, lagian ini fiksi kan? (eits… jurus andalan penulis fiksi). Meski demikian secara umum penulisan setting aku pikir tidak terlalu bertentangan dengan kenyataan saat ini. Lagian penggambaran setting tempatnya memang disesuaikan dengan setting waktu yang kupakai.  Jadi… kupikir itu tak terlalu jadi masalah.  ( Hmm sumpe ini bukan pembelaan diri).
             Lalu…, apalagi sih istimewanya Teluk awur?
Nha… ini. Tentang keindahan pantainya so pasti diceritakan  dalam novel ini. Tapi… ada yang lebih istimewa, meski jika kusebutkan apa istimewanya justru hal itulah yang menurutku harus ada perubahan. Penasaran? Harus lah..hehe. Iya, tentang fenomena sosial yang mash ada di sana, meski mungkin jumlahnya tidak terlalu banyak. Mungkin bagi sebagian besar pelaku, apa yang dijalani tidaklah masalah baginya. Asal mendapatkan imbalan yang setimpal, kehidupan perekonomiannya mapan, sama-sama untungnya, maka dianggap tak ada masalah.  Tapi bagaimana jika yang terjadi adalah… si pelaku menyertakan hati dan perasaannya, lalu merasa hancur saat ia punya harapan lebih  dan kenyataan yang dihadapinya sangat berbeda? Jadi… fenomena apa sih itu? Hmm… cerita nggak ya… Yang pasti salah satu tokoh penting dalam novel ini mengalaminya.
Oke, nanti aku kasih sinopsisnya dikit yo… biar makin penasaran, hehe…


contoh awalan Bab 1


Trus…sasaran pembaca novel ini siapa aja sih? Batas usianya?

         Novel ini termasuk aman, tak ada adegan porno, bisa disantap siapa aja mulai usia remaja (SMA) sampai dewasa. Kalau anak-anak SD dan SMP belum kusarankan. Karena kalau untuk masalah jatuh cinta, patah hati, CLBK, pernikahan, dan kerumitan hidup, kupikir anak usia  SD dan SMP belum memiliki kestabilan emosi untuk menerimanya, meski tak sedikit anak SMP yang udah pacaran saat ini (Gludakk! Prihatin deh).

Bosen ya baca ocehanku?

        Ohya sebelum aku kasih sinopsisnya, aku mau kasih tahu kalau buku ini terbit secara e book oleh penerbit BIP, lini Bhuana Sastra. Ceritanya, waktu itu aku kirim naskah ke BIP atas saran seorang teman. Aku nurut aja karena BIP termasuk penerbit besar. Nha… beberapa bulan kemudia aku dapat e mail, bahwa mereka menerima naskahku, tapi sementara diterbitkan e booknya dulu dan dijual lewat SCOOP, pasar e book di dunia internet. Meski awalnya agak berat, karena yang kubayangkan novel ini hadir dalam bentuk buku cetak yang bisa dipegang, dipeluk, dibuat bantal  ups!, akhirnya aku putuskan untuk terima tawarn itu. Why not? Bukankah jaman sudah canggih gini, kenapa tidak kita jadi bagian dari kecanggihan itu? Sambil tetap berdoa bahwa pengalaman baru di bidang penerbitan e book ini hasilnya tidak mengecewakan. Kalau ditanya apakah masih ada keinginan untuk menghadirkan buku ini dalam bentuk cetak? Asli bin yakin, aku jawab “ada”.  Jadi, kucoba pengalaman baru ini sambil berdoa semoga kelak buku ini tetap bisa hadir dalam bentuk cetak.

Sinopsis novel:

           Naila tak mengerti dengan jalan ceritanya bersama Dimas. Di saat ia yakin bahwa Dimas adalah sosok yang tepat untuk mendampinginya dalam merancang dan menyongsong masa depan, tiba-tiba Ibunya memberikan keputusan sepihak. Ibu membatalkan rencana pernikahan mereka tanpa penjelasan masuk akal, sebagaimana dulu ia dipaksa menolak Bimo. Padahal Dimas telah banyak masuk dalam kehidupannya dan banyak membantunya sebagai bidan, bahkan Dimas telah menghitbahnya, tinggal menunggu hari yang tepat untuk melangsungkan pernikahan.

            Dimas tak yakin harus memilih siapa, Naila ataukah teman masa kecilnya, Wulandari. Di satu sisi ia begitu memuja dan bahagia menemukan Naila, namun sisi lain hatinya ingin melindungi Wulandari. Wulandari, sahabat masa kecil yang pernah membuatnya patah hati karena lebih memilih menikah dengan Alex, bule yang akan mendirikan usaha mebel di Jepara. Karena alasan ekonomi, saat itu Wulandari memilih meninggalkan Dimas. Wulandari mengalami depresi karena Alex akan mendepaknya. Apalagi janin di rahimnya gugur akibat syok. Hanya Dimas yang bisa menghibur dan membuatnya tenang. 

             Bimo tak menyangka jika ia akan bertemu kembali dengan Naila, yang kini menetap di Teluk Awur sebagai bidan desa. Tapi ia tak ingin berharap banyak, karena ia tahu Naila telah memiliki tambatan hati di sana. Tapi apa pun yang menjadi takdir Naila, ia berjanji akan tetap menjadi teman yang baik bagi Naila.

Bagaimana saya harus mengakhiri kisah mereka?
 
           Hidup adalah teka-teki, maka jawaban dari teka-teka ini ada dalam novel “Serpihan Asa” karya Ella Sofa. Caranya? Buka link ini: https://www.getscoop.com/books/serpihan-asa
Dan dengan harga diskon novel mengharu biru ini siap dilahap, tentunya harus login dulu ya....

Selamat menikmati….








Jumat, 02 Juni 2017

Ramadhan Sehat Alaku, Semoga Tak Berlalu Begitu Saja

Ramadhan, bulan yang dinantikan setiap muslimah. Ada beberapa keajaiban yang saya rasakan ketika Ramadhan tiba. Untuk kegiatan sehari-hari saja, banyak hal yang terasa plus dibandingkan hari- hari biasanya. Tiba-tiba semangat masak menggeliat, masak di tengah malam menyiapkan sahur, masak di sore hari menyiapkan buka puasa, masih ditambah dengan cemilan atau minuman segar. Tiba-tiba juga semangat untuk membaca Alqur'an meningkat berkali lipat. Tiba-tiba semangat beramal bertambah-tambah, dan tentu saja semangat sholat berkobar begitu hebatnya sehingga tak mau ketinggalan sholat tarawih dan witir setiap malam.

Jika dinalar, sepertinya dengan seabreg kegiatan Ramadhan itu tubuh akan  kecapekan dan sakit. Tapi alhamdulillah... yang agak mengganggu sepertinya hanya rasa kantuk saja. Tapi bisa dilawan ketika kita sudah tenggelam dalam pekerjaan. 

Ketika Ramdhan, ada beberapa hal yang paling penting bagiku untuk dilakukan, yaitu minum air putih yang cukup ketika sahur. Hal ini penting agar ketika masuk waktu puasa, kita tidak mengalami dehidrasi sehingga merasa kehusan. Rasa haus ketika puasa tentu akan terasa berat. Buah-buahan dan sayuran juga sangat penting untuk menjaga kesegaran tubuh di siang hari. Ohya, sedapat mungkin kami menghindari kopi, karena bersifat diuretik, yaitu lebih cepat menimbulkan dehidrasi melalui keluarnya urin. Memang sih, teh hangta masih tetap kami konsumsi, tapi ssst... sebenernya itu juga tidak dianjurkan, karena sifat teh sama dengan kopi. Untuk mengimbangi, maka kami menganjurkan untuk minum air putih yang banyak. 

Porsi makan juga jangan terlalu berlebihan terutama untuk  karbohidrat dan minuman manis, karena kelebihan gula dan karbohidrat untuk usia dewasa juga memiliki resiko terjadinya meningkatrnya gula darah, juga bisa menyebabkan lemas di siang hari. Ohya, lebih baik menyantap makanan manis berupa buah-buahan, seperti kurma yang disunnahkan oleh rasul. Ohya... di rumah, kami lebih suka bersahur di saat mendekati waktu imsyak. sunnah nabi kita dianjurkan melakukan itu, tentu saja ada alasannya. Dengan sahur dekat waktu imsyak, kita akan kenyang lebih lama di saat masuk waktu puasa, juga menjaga agar kita tak tertidur kembali setelah puasa dengan langsung mengerjakan sholat subuh dan dilanjutkan aktivitas berikutnya. Tidur setelah makan sahur tidak baik bagi kesehatan tubuh. Dan aku sendiri merasa, jika ketiduran setelah sahur, pasti bangunnya akan terasa nggak enaak banget di badan ataupun mulut. Minum suplemen ketika sahur bisa juga dilakukan untuk menjaga stamina, tetapi ketika asupan makanan pas, seperti cukupnya buah dan sayur, maka mengkonsumsi suplemen rasanya tidak terlalu dibutuhkan.

Pekerjaan utamaku sebenarnya adalah di lapangan, artinya sering terpapar sinar matahari.

Jumat, 26 Mei 2017

Festival dan Event di Singapura? Seperti Apa Sih?



         Singapore nggak cuma punya berbagai destinasi wisata yang beragam, tapi juga ada banyak festival dan acara tahunan yang membuat negeri ini semakin menarik. Agenda tahunan ini bisa masuk list wisata kamu ke Singapore biar liburanmu nggak begitu-begitu saja.

Mid Autumn Festival

foto:weekendnotes.com

         Festival ini diselenggarakan oleh etnis China di Singapore untuk merayakan kebersamaan dengan keluarga dan memanjatkan syukur pada Dewa-Dewi di Khayangan. Kunjungilah kawasan Chinatown pada bulan Oktober, lihatlah betapa meriahnya festival yang penuh dengan lampion dan kue-kue bulan.

Grand Prix Formula 1

         Ajang balapan ini selalu ditunggu para penggemar yang biasanya datang dari seluruh penjuru dunia. Jadwal setiap tahun berubah, mengikuti jadwal dari Formula 1 pusat, namun bisa kamu cek lewat website resmi kapan ajang balapan ini bakal diadakan.
         Yang menarik dari balapan di Singapore adalah jalur lintasannya yang berada di tengah kota. Jalur ini tidak hanya menarik untuk dilihat, tapi juga memberikan tantangan tersendiri bagi pebalap sehingga pertandingan jadi lebih seru untuk dinikmati.

Festival Perahu Naga


 foto:wisatasingapura.web.id

        Setiap tahun Singapore mengadakan festival perahu naga yang diikuti oleh banyak peserta dari berbagai negara. Genderang yang ditabuh selama tim mengayuh perahu dengan sekuat tenaga menjadi hiburan menarik yang tak akan terlupakan.

Great Singapore Sale

        Bagi pecinta shopping, event ini adalah yang paling ditunggu. Selama festival berlangsung, diskon bertebaran di seluruh penjuru Singapore, mulai dari barang branded sampai oleh-oleh yang bisa kamu dapatkan dengan harga super murah.
        Siapkan mental dan isi dompet selama Great Singapore Sale, jangan sampai kelewatan penawaran menarik yang sudah pasti diburu banyak orang dan kemudian menyesal karena barang yang diincar habis dibeli.

Singapore Food Festival


 foto:hanoifreewalkingtours.com

      Acara ini biasanya berlangsung di bulan Juli, tepat ketika masyarakat Indonesia menikmati liburan akhir sekolah. Kalau kamu liburan di sana pada momen Singapore Food Festival, siapkan perut agar bisa menampung semua makanan yang tersedia di lokasi acara.
       Ratusan menu ditawarkan oleh puluhan gerai yang mengikuti festival ini. Dan beberapa makanan tidak akan kamu temui kecuali di Singapore Food Festival, karena memang hanya dikeluarkan pada musim tertentu.

Singapore Night Festival

     Salah satu festival unik yang diselenggarakan di Singapore adalah Night Festival. Seperti namanya, festival ini meriah ketika malam tiba, semua peserta dan pengujung akan memenuhi jalanan dan membuat suasana jadi ramai.

Marina Bay Countdown

 
 foto:esplanade.com

      Tepat di malam pergantian tahun, Marina Bay selalu menyelenggarakan pesta kembang api dengan sajian yang spektakuler. Dengan pemandangan yang indah di tepi laut, ratusan kembang api cantik dilontarkan ke langit menjadi penanda pergantian tahun lama ke tahun yang baru. Dijamin, malam tahun barumu akan lebih berkesan dengan kembang api cantik di Marina Bay.

Murah Kok

      Liburan ke Singapore itu murah kok, cukup dengan paket wisata Singapore dari Traveloka, kamu akan mendapatkan diskon untuk tiket pesawat dan hotel tempat menginap. Dengan paket wisata Singapore, kamu bebas memilih untuk naik maskapai apa dan menginap di hotel mana yang sesuai dengan keinginan.
        Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa cek paket wisata Singapore 2017 di Traveloka. Ada banyak destinasi lain yang bisa kamu kunjungi dan membuat liburanmu jadi lebih menyenangkan.
Memilih paket perjalanan adalah pilihan pintar untuk menghemat biaya dan menyingkat waktu. Ditambah dengan kemudahan dan harga murah yang ditawarkan Traveloka, apa masih ingin memilih paket wisata yang lain?