Rabu, 04 Oktober 2017

Konsep Bahagia Menurut Bang Kayi




Bang Kayi. Laki-laki bertubuh gempal dengan tinggi ideal itu biasa menggunakan nama Kayi di kalangan teman-temannya. Ia dikenal aktif sebagai penggiat seni di Jepara. Terlebih dalam penyelenggaraan Festival Baratan, sebuah even di daerah Kalinyamatan yang diselenggarakan setahun sekali untuk mengenang Ratu Kalinyamat. Ia memang salah satu anggota aktif Sanggar Lembayung, penyelenggara Pesta Baratan selama ini.

Bang Kayi bersama Ahmad Dani


Pemuda Jepara yang memiliki nama asli Abdul Kayi Mukidin ini sangat menikmati dunia seni terutama kesenian daerah. Selain berpartisipasi baik sebagai panitia ataupun pemain dalam penyelenggaraan Pesta Baratan, ia juga beberapa kali terlihat hadir di acara seni lainnya di Jepara, termasuk juga memiliki grup band bersama beberapa teman. 

"Bang Kayi, tolong ceritakan tentang Baratan dong…"
Bang Kayi yang sebelumnya sungkan menjawab, akhirnya mau menjawab juga setelah mendapatkan desakan dari wartawan (eh, saya maksudnya). 

Sebenernya Bang Kayi lebih suka kalau yang bercerita tentang Festival Baratan adalah penggagasnya, yaitu Mbak Winahyu. Dalam hal ini, panitia pelaksana Pesta Baratan selama ini adalah Sanggar Lembayung, yang dibentuk sekaligus diketuai oleh Mbak Winahyu Widayati. Tapi, apa salahnya kalau untuk sementara yang dibikin profilnya Bang Kayi dulu? Soalnya yang sering ketemu kan Bang Kayi. Insya Allah lain kali kita akan tampilkan sosok inspiratif Mbak Winahyu ini ya... Dari hasil wawancara itu akhirnya terbit tulisan di blog ini,  yaitu “Pesta Baratan: Seputar Mitos dan Tim Kreatif di Balik Perayaan Ini.”


Nyi Ratu Kalinyamat dalam Pesta Baratan.

Bang Kayi bersama Cristien Hakim


Nha.. di sela-sela wawancara itu, Bang Kayi nyeplos tentang konsep kebahagiaan. Bikin penasaran, akhirnya si wartawan sekalian saja minta Bang Kayi menjelaskan tentang konsep bahagia itu. 

“Sebenernya bahagia itu mudah saja menurut saya, Mbak Ella. Hidup dibikin susah, ya susah… dibikin mudah, ya mudah. Lha kalau hidup dibuat susah, ya apa bisa bahagia? Misalnya, saya dapat tugas dari atasan. Mau nggak mau harus dilaksanakan. Ya…dijalani aja dengan senang hati dan ikhlas. Kalau hati ikhlas kan berkah, tapi kalau hati kemrungsung tidak ikhlas… ya cuma dapat capek saja, berkahnya nggak dapat.”

Wah… sedap betul petuah dari Bang Kayi ini. Sungguh mendamaikan dan menenangkan hati.
Pantas saja Bang Kayi yang lahir di Jepara, tanggal 11 Fabruari 1991 ini terlihat santai dalam menjalani hidup. Makanya bisa subur makmur gitu ya, karena selalu bisa menemukan bahagia dan kedamaian jiwa. 

Bersama Wanda Hamidah

Ohya, ternyata Bang Kayi yang dulu bersekolah di MA Darul Ulum ini juga punya harapan kepada seluruh warga Jepara. “Harapan saya sih…warga Jepara sadar akan budaya. Turut andil dalam melestarikan, nguri-uri budaya dan sejarah… Maksud saya, selain warga, juga pemerintahnya. Jangan sampai budaya itu terlupakan bahkan sampai tenggelam. Gitu Mbak Ella…”
Keren ya, pemuda yang sering beraktivitas di Pasar Kerajinan Kalinyamatan  baik sebagai karyawan maupun pelaku seni, dan juga aktivis di sebuah partai ini, memiliki harapan yang mulia.  

Bersama penari di Pesta Baratan


Sebelum mengakhiri wawancara, si wartawan ternyata masih penasaran dengan sosok Bang Kayi ini.
Bang Kayi hobinya apa sih?
“Mendengarkan musik melow Mbak…” jawab bang Kayi jujur.
Whaaaa…..ternyata selain obrolannya yang menghanyutkan, Bang Kayi punya hobi menghanyutkan juga. 
Okelah, Bang Kayi, semoga setiap langkahmu diberi kelancaran, setiap cita-citamu diberi kemudahan, dan jodohmu segera didekatkan...:)
Aamiin...

Pesta baratan yang menyulap jalanan menjadi lautan manusia




Senin, 11 September 2017

Beberapa Pantai Eksotis Pacitan Ini Menanti untuk Kita Singgahi


Photo credit: wisataterbaru.com



Pernah mendengar nama kota Pacitan? Pacitan menyimpan begitu banyak potensi wisata alam yang cantik dan masih sangat terjaga kealamiannya. Memiliki topografi yang mirip dengan Gunung Kidul, Yogyakarta, Pacitan yang berada di garis pantai Selatan Jawa mempunyai beberapa pantai yang mempesona. Apa saja ya? Yuk, simak...

Pantai Srau

Pantai yang terletak di sekitar 25 km dari pusat Kota Pacitan ini merupakan salah satu pantai yang masih perawan atau tersembunyi dan benar-benar alami. Pantai Srau yang  berada di Desa Candi, Kecamatan Pringkuku ini memiliki 3 pantai sekaligus yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Di pantai pertama, kalian akan disuguhkan pemandangan pantai dengan pasir putih sehalus bedak lengkap dengan ombak besar dan warna air biru kehijauan khas pantai selatan. Pantai kedua, pasirnya terasa lebih kasar dan dikelilingi oleh barisan batu karang dan di pantai ketiga, kalian tidak akan menemukan hamparan pasir melainkan hanya jajaran batu karang yang bisa kalian duduki sambil menikmati pemandangan. Unik ya? Jika kalian mau, kalian juga bisa menginap di Pantai Srau karena beberapa villa, resort, homestay, dan hotel tersedia di sekitar pantai.

Pantai Waru Karung

Jika di Banyuwangi memiliki Pantai Plengkung atau G-Land yang indah dan tersembunyi, Pacitan juga memiliki pantai yang setara dengan pantai tersebut. Pantai Waru Karung memang terbilang pantai yang cukup sulit dijangkau dan agak tersembunyi, namun tenang saja ketika kalian berkunjung ke tempat ini segala perjuangan kalian akan terbayar dengan keindahan pantai ini. Memiliki pemandangan pulau karang, Pantai Waru Karung ini juga mempunyai air laut yang berwarna kehijauan serta pantai berpasir putih yang bersih dan juga lembut. Tidak hanya memiliki pemandangan yang indah, di pantai ini para pengunjung juga bisa menikmati santapan ikan segar hasil tangkap para nelayan. Menjadi bagian pesisir pantai selatan, ombak Pantai Waru merupakan ombak kelas dunia yang sangat menantang untuk para penggemar surfing.

Pantai Klayar

 

Photo credit: initempatwisata.com


Apakah kalian pernah mendengar tentang seruling laut di Pantai Klayar? Atau kalian penasaran seperti apa seruling di pantai tersebut? Jawabannya mudah, datangi saja langsung Pantai Klayar yang terletak 45 km dari Kota Pacitan. Pantai yang terletak di Kecamatan Donorojo ini memiliki seruling laut yang tidak dimiliki oleh pantai-pantai lain di Indonesia bahkan di dunia. Seruling laut ini terbentuk dari batu karang yang memiliki celah, sehingga setiap kali ombak besar datang celah tersebut akan memancarkan air ke atas dan mengeluarkan suara siulan. Tidak hanya itu, pantai ini juga memiliki karang raksasa yang berbentuk mirip dengan Spinx atau pyramid kucing yang ada di Mesir.

Pantai Banyu Tibo


 

Photo credit: initempatwisata.com


Banyu Tibo memilili arti ‘air jatuh’, pantai ini diberi nama seperti itu karena memang di pantai ini tidak hanya memiliki air laut dan pasir pantai saja melainkan bonus air terjun kecil yang terletak tepat di bibir pantainya. Oleh karena itu, meskipun kalian berada di pantai, kalian masih tetap bisa menikmati segarnya air tawar yang tumpah dari air terjun. Kondisi alam pantai yang unik inilah yang membuat Pantai Banyu Tibo terkenal dan mulai ramai dikunjungi oleh para wisatawan.
Pantai Banyu Tibo terletak di Desa Widoro, Kecamatan Donorejo atau masih segaris dengan Pantai Klayar. Jika kalian ingin menikmati pantai ini, pastikan kalian mendatangi pantai pada saat surut atau pada pagi dan sore hari. Jika kalian datang pada saat air laut pasang, pantai ini tidak bisa dinimati karena bibir pantai yang menyempit. Termasuk dalam kategori salah satu pantai yang masih tersembunyi, kalian mungkin tidak menemukan hotel ataupun resort di pantai ini, jadi sebaiknya kalian sudah mempersiapkan penginapan atau hotel di Pacitan sebelum mengunjungi pantai ini.

Pantai Taman Pacitan

Di Pantai Taman, kalian bisa menikmati wahana yang cukup menantang, yakni Flying fox. Ya, benar di pantai ini kalian memang bisa menikmati keindahan pantai berpasir putih melalui flying fox. Memang cukup unik, flying fox yang ada di Pantai Taman ini merupakan yang terpanjang di Indonesia dengan jarak sejauh 450 km dan ketinggian 74 meter. Wisata flying fox ini akan meluncur dari puncak bukit dan melewati bagian atas pantai hingga mendarat tepat di Pantai Taman. Para pengunjung juga tidak perlu khawatir karena flying fox ini sudah dirancang untuk keselamatan dan bisa membawa beban hingga 2.000kg.

Nah, luar biasa ya… Itulah beberapa wisata pantai di Pacitan yang  eksotis dan juga menanti untuk dikunjungi oleh para pelancong. Dari daftar di atas, pantai mana yang paling ingin kalian kunjungi?


Baca Juga: