Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

“Keong Racun" hingga “Buka Sithik, Jos! “ (Tulisan Ibu yang Khawatir akan virus pengganggu untuk anak-anaknya)

Prihatin. Itulah kata yang terlintas dalam benak saya sebagai seorang ibu yang memiliki buah hatiyang sedang dalam masa pertumbuhan. Hampir setiap hari mereka tak lepas dari mendengar lirik-lirik lagu berbahasa Indonesia yang isinya sangat tidak layak, baik untuk konsumsi pendengaran anak-anak ataupun untuk kategori dewasa. Dalam hal ini penulis bukannya ingin mendiskreditkan jenis musik tertentu (Dangdut). Hanya kebetulan saja lirik-lirik tidak bermutu itu akhir-akhir ini ada di barisan jenis lagu tersebut. Mungkin ada juga Jenis lagu lain yang memiliki lirik kurang mendidik, namun kebetulan yang akhir-akhir ini yang lagi booming dan dihapal luar kepala oleh banyak anak masuk dalam jenis lagu tersebut. Sebut saja penggalan lirik lagu ini,”Dasar kau keong racun, baru kenal sudah minta tidur.” Kalau tidak salah lagu “Keong Racun” ini populer dua tahun lalu. begitu muncul di You tube, lagu ini seakan menggantikan posisi lagu kebangsaan di Indonesia, di setiap tempat, setiap saat, setiap …

Resensi Novel Temui Aku di Surga Oleh Leyla Hana (Dimuat di nabawia.com)

Gambar
Menguak Intrik di Balik Pemilihan Kepala DesaFoto: BAWIndonesia
Dimuat di sini

Di televisi secara nyata ditayangkan intrik-intrik perebutan kekuasaan di kalangan eksekutif dan legislatif. Politik itu kejam, demikian ungkapan yang sering terdengar. Demi menempati posisi-posisi penting dalam pemerintahan, tokoh-tokoh partai saling menjatuhkan satu sama lain dengan melakukan tindakan-tindakan negatif baik berupa pemutarbalikan fakta, fitnah harta dan wanita, permainan media, sampai hal-hal di luar logika seperti menggunakan jasa dukun dan bahkan membunuh lawan politiknya.

Ternyata, intrik-intrik politik itu tak hanya terjadi pada pemerintah pusat, melainkan juga sampai ke daerah. Contohnya, intrik politik yang terjadi pada pemilihan Kepala Desa. Malik dan Yudho adalah dua sahabat yang digambarkan memiliki wajah dan perawakan mirip satu sama lain, meski terlahir dari orang tua yang berbeda. Malik adalah anak dari keluarga menengah ke atas, sedangkan Yudho adalah anak dari kelu…

Festival Kuliner Jepara di Pasar Kerajinan

Gambar
Ada yang istimewa pada hari Sabtu dan Minggu di kampungku. Dua hari itu berlangsung sebuah acara unik dan istimewa di Pasar Kerajinan yang terletak di Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Acara tersebut diberi nama “Festival Kuliner Jepara”. 
Ada beberapa jenis kegiatan dalam paketacara tersebut,diantaranya yaitu: lomba memasak umum, lomba memasak nasi goreng oleh antar kepala desa, lomba fotografi, pameran kuliner homeindustry daerah Jepara, lomba joged, serta tampilan beberapa hiburan dari pemuda Jepara.

Monster Menyeramkan Itu Bernama Sampah

Gambar
Aku berdiri terpaku didepan bak pembakaran itu. Asap putih mengepul di atasnya. Dengan niat melatih kesabaran, kali ini kutunggui proses pembakaran sampah di bak yang memang sengaja dibuat sebagai penampung sampah sekaligus sebagai tempat pembakarannya. Beruntung, pikirku. Pemilik rumah sebelum kami telah membuat bak sampah yang lumayan besar ini. Aku tak perlu lagi mengemas sampah untuk dibawa ke tempat penampungan sementara (TPS) di sebelah pasar tradisional di daerah kami. aku mengalami sedikit kesulitan kali ini, karena timbunan sampah di depanku ini semalam teguyur hujan. Yah, tentu saja api susah menyala. Paling menyala di sampah kertas yang sengaja kubakar duluan, menjalar ke bagian sampah di kanan kirinya sebentar, lalu mati. Berulangkali mencoba, tetapi hal yang sama terjadi. Akhirnya kuputuskan untuk mengerjakan hal lain, dengan harapan siang nanti timbunan sampah akan kering oleh sinar matahari (semoga tidak hujan) dan sorenya siap dibakar. Mengapa harus dibakar? Kalau di se…

Mengajak Ortu Lebih Bijak Saat Anak Sakit (Review Buku "Anakku Sehat Tanpa Dokter")

Gambar
Judul Buku: Anakku Sehat Tanpa Dokter
Penulis : Sugi Hartati, S.Psi
Penerbit : Stiletto
Tahun Terbit: 2013
Tebal Buku : 192 hal.
ISBN : 978-602-7572-14-0

Mengajak Ortu Lebih Bijak

Buku ini tak terlalu tebal, dengan warna dasar dan gambar yang eye catching. Apalagi judulnya, menggelitik dan membuat penasaran,terutama bagi ibu-ibu. Buku “Anakku Sehat Tanpa Dokter” ini dari sampul luarnya saja sudah menarik, bagaimana dengan isinya? Yuk kita kupas... Buku ini mencoba mengajak orang tua untuk tidak selalu mengandalkan dokter setiap kali anak mengalami gejala sakit. Apalagi untuk sakit ringan yang sering terjadi pada anakseperti demam, batuk, flu, gatal-gatal, diare, dan lain-lain. Bukannya kita dilarang pergi ke dokter, namun jika kita bisa berperan sebagai dokter di rumah bagi buah hati kita selama itu bukan kegawatan, bukankah itu lebih baik? 

Mencoba Memaknai Qurban

Gambar
Umat Islam sedang berbahagia karena kedatangan sebuah hari yang dinanti-nantikannya, yaitu hari raya ‘Idul Adha. Sungguh suatu berkah dan rahmat dari Allah karena memberikan hari-hari penuh makna secara berturut-turut bagi umatnya, yaitu hari hari-hari puasa atau Bulan Ramadhan, hari raya ‘Idul Fitri, serta sekarang ini kita akan merayakan hari raya ‘Idul Adha Apa yang terlintas dalam benak kita saat mendengar atau melihat di kalender bahwa ‘Idul Adha akan tiba? Yang pertama tergambar dalam benak kita pastilah tentang sholat ‘Ied berjamaah yang akan mempererat tali persaudaraan umat. Yang kedua, kita akan melihat, menikmati, dan sebaiknya turut mnegeluarkan hewan qurban bagi yang mampu dalam memperingati hari raya ini. Suasana akan ramai oleh banyaknya hewan-hewan seperti kambing, sapi, ataupun kerbau yang di-qurban-kan oleh masyarakat yang telah mampu, sementara ribuan warga juga telah menantikan menikmati daging sembelihan qurban itu. Menilik arti dari kata Qurban sendiri, pernahkah k…

Review Buku "Think Green, Go Green"

Gambar
Judul Buku : Think Green Go Green
Penulis : Erni Misran, Novel Nian, dkk.
Penerbit : Pustaka Jingga
ISBN : 978-602-7880-41-2
Tebal buku : 219 hal.

Tentang Novel ke-dua "Temui Aku di Surga"

Gambar

Hot Kopinya, Hot Spotnya “Warnet Ersa” di Pati

Gambar
Hot Kopinya, Hot Spotnya “Warnet Ersa” di Pati

Siang ini tak terlalu panas di kota Pati, Jawa Tengah. Bahkan angin bertiup semilir seakan mengajak mata buat merem aja. Tapi, no no no! Sayang sekali kesempatan yang cuma sehari di kota Pati ini dilewatkan hanya dengan bermalas-malasan or tiduran aja di rumah saudara. Hari ini, selainpunya agenda sillaturrahmi, aku juga berencana mampir ke satu tempat yang asyik punya. Jadi, setelah ngobrol ngalor ngidul dengan sanak saudara, aku dan keluarga langsung cabut menuju tempat istimewa tersebut. Ahayy.. tempat apakah gerangan? Hmm... Lima menit kemudian, Nha...! ini dia “Warnet Ersa”, tempat istimewa yang pengen kuliput. Eit! Jangan salah, ini bukan warnet sembarang warnet lho! Ada beberapa alasan yang bikin aku merasa harus mengekspose tempat ini. Selain buat nambah wawasan teman-teman, juga supaya pengusaha warnet lain (hehe, siapa tahu pembaca ada yang pengusaha warnet) bisa terinspirasi dari ide kreatif di warnet ini. Begitu turun di depan b…

Review Novel "PING! A Message from Borneo"

Gambar
Membaca buku cerita remaja yang satu ini membawa saya seakan sedang memasuki dunia petualangan layaknya cerita di pulau Kirrin dalam novel karya Enid Blyton yang dulu sering membuat saya takjub.Saya lebih suka menyebut ”Ping! a Message from Borneo “ sebagainovel detektif remaja daripada novel cinta. Walaupun novel ini juga memenuhi kriteria sebagai novel teenlit dengancerita khas yang biasanya tak lepas dari pengalaman ABG dalam menjalani kisah cinta yang ringan. Jadi membaca novel ini laksana menikmati hidangan rujak cingur yang komplit. Protein ada, serat serta vitamin juga tak kurang. Hal istimewa yang sangat berbeda dengan novel kebanyakan adalah, ada dua penulis dengan jalan cerita serta gaya penulisannya sendiri dalam novel ini. Shabrina Ws dengan penuturan khas fabelnya yang menguras air mata, serta Riawany Elytadengan kelincahan mempermainkan susunan kalimat dengan ciri khasnya sendiri mampu menyuguhkan satu paket cerita tak biasa yang meninggalkan kesan mendalam serta pesan…

Resensi Novel "Aku Ingin Sekolah Lagi" nya Eric Keroncong

Gambar
Judul: Aku Ingin Sekolah Lagi IISBN: 978-602-19781-5-3 Penerbit: Selaksa Publising (Era Intermedia) Tebal Buku: xii + 220 hal. Harga: 

Aku Ingin Sekolah Lagi, menurut saya adalah sebuah terobosan berani bagi seorang penulis pemula yang menorehkan goresan tintanya benar-benar dengan hati. Ia tak menghiraukan trend saat itu, dimana novel romance sedang booming. Tema yang sepertinya sangat jarang dilirik oleh penulis-penulis pemula lain yang notabene sedang merintis karir. Tak jauh dari novel pertama Erick yang mengusung tema sosial berjudul “Dokter Sampah”. Tetapi sesungguhnya mungkin novel seperti itulah, yang membidik keadaan kemiskinan sebagian besar masyarakat yang perlu menjadi perhatian saat ini. Kemiskinan yang hampir tak terperhatikan oleh pemerintah, dimana justru di sanalah muncul bibit-bibit berkualitas yang bila dibimbing dan diberi perlakuan lebih baik akan memberikan andil tak ternilai bagi masa depan bangsa Indonesia kelak. Novel ini berkisah tentang petualangan Gilang, seorang…

Behind The Scene of "Temui Aku di surga"

Gambar
Behind the Scene of “Temui Aku di Surga”
                Awalnya novel ini akan saya beri judul “Balas Budi Pak Petinggi”. Ya, ide awal memang terinspirasi dari kisah nyata. Maka dalam rangka mengejar DL lomba novel Republika waktu(tahun 2011 klo gak salah), saya bertekad menyelesaikan tulisan saya hingga bab terakhir berdasarkan urutan kejadian nyata itu dalam keadaan perut buncit dan seakan tak mempedulikan lingkungan sekitar saya. Pokoknya harus kelaaar, gitu tekad saya. Biarpun mertua protes di belakang saya (berdasarkan laporan anak, hehe), biarpun dirasani tetangga kok gak pernah keluar rumah, biarpun ibuku sendiri heran dengan keadaanku yang berantakan dan masih di depan lepi saat beliau mampir rumah mau berangkat kerja di pagi hari, yang penting novel harus selesai. Ya, saya benar-benar super nekad. Sampai-sampai pernah jemuran diangkatin mertua sore-sore dan aku ttp nekad nulis meneruskan tulisan. (jadi, mertua apa menantu yang gak bener ya?)Tepat di hari ketika saya menyelesa…