Senin, 01 Juli 2013

Hot Kopinya, Hot Spotnya “Warnet Ersa” di Pati


Hot Kopinya, Hot Spotnya “Warnet Ersa” di Pati


Siang ini tak terlalu panas di kota Pati, Jawa Tengah. Bahkan angin bertiup semilir seakan mengajak mata buat merem aja. Tapi, no no no! Sayang sekali kesempatan yang cuma  sehari di kota Pati ini dilewatkan hanya dengan bermalas-malasan or tiduran aja di rumah saudara. Hari ini, selain  punya agenda sillaturrahmi, aku juga berencana mampir ke satu tempat yang asyik punya. Jadi, setelah ngobrol ngalor ngidul dengan sanak saudara, aku dan keluarga langsung cabut menuju tempat istimewa tersebut. Ahayy.. tempat apakah gerangan? Hmm...
            Lima menit kemudian,
            Nha...! ini dia “Warnet Ersa”, tempat istimewa yang pengen kuliput. Eit! Jangan salah, ini bukan warnet sembarang warnet lho! Ada beberapa alasan yang bikin aku merasa harus mengekspose tempat ini. Selain buat nambah wawasan teman-teman, juga supaya pengusaha warnet lain (hehe, siapa tahu pembaca ada yang pengusaha warnet) bisa terinspirasi dari ide kreatif di warnet ini.
            Begitu turun di depan bangunan warnet yang lokasinya di pojok perempatan depan SMP 8 Pati dan bersebelahan dengan kantor PKPRI Kabupaten Pati, serta ada di belakang gedung kantor Kabupaten Pati ini, kita akan disambut oleh pagar biru garis-garis sederhana. Dibalik pagar, dua set meja makan dengan payung pelindung panas, serta dua buah kursi panjang siap menjadi tempat istirahat sejenak. Bagi orang tua yang mengantar dan menunggu anaknya, halaman depan warnet ini adalah tempat yang cukup nyaman untuk istirahat sambil menikmati pemandangan lalu lintas di depannya. . 

 
            Pemandangan spektakuler akan kita dapat begitu kaki melangkah masuk ke bangunan warnet. Ada tiga bagian utama dengan fungsi berbeda di bagian ini. Bagian sebelah kiri, mungkin sama dengan warnet lain, yaitu tempat kasir. Ada beberapa perangkat komputer, kertas-kertas, dan alat-alat tulis yang disipan di etalase kaca. Tapi... apa nih yang ada di bagian tengah ruang depan warnet Ersa ini? Televisi raksasa, dengan fasilitas Indovision bo! Dan di bagian kanan, ck ck ck ada kafe mininya! Kontan saja aku terbengong-bengong melihat penampilan kafe yang mengundang selera buat ngopi. Espresso, Coffe Latte, serta Capuccino menjadi pilihan hangat yang cocok untuk menemani pengunjung yang ngenet atau mereka yang sedang menunggui anaknya . Hayyo... mau pilih yang mana? Jadi mau nge-net apa ngopi sih? Nge-net sambil ngopi kan asyik banget! Kalau yang datang anak-anak, ya yang ngopi Bapaknya yang nganterin sambil leha-leha di halaman depan. 

            Sumpeh aku langsung jatuh cinta sama warnet satu ini. Aku langsung jepret sana jepret sini kayak wartawan, bayangiiin! Selanjutnya dengan sangat antusias kuluncurkan berbagai pertanyaan pada Bapak Mufasir serta Ibu Tri sebagai owner Warnet ini. Oya, aplikasi rekaman di ponsel tak lupa kunyalakan.
            “Idenya...ya di saat warnet yang menjamur mulai berubah fungsi, dengan adanya  situs-situs porno yang mudah di buka siapapun termasuk remaja dan anak-anak, maka saya pengen menciptakan citra positif untuk warnet.” Kata Pak Mufasir tentang ide awal bikin warnet ini.
            “Jadi, warnet ini adalah warnet sehat, luar dalam. Situs porno sudah diblokir, dan jika ada yang berbuat macam-macam kami usir walaupun akhirnya nggak bayar ngopi sama nge-net-nya. Hahaha!”
Pernah kejadian gitu ya Pak? Wah...! Aku tambah jatuh cintrong, bukan sama Pak Mufasir Lho, tapi sama warnet Ersa! Pantesan orang tua pada adem ayem aja ya tiap sore ngenterin anaknya ke warnet ini. Rupanya mereka udah trust dengan komitmen Warnet Ersa sebagai warnet bersih.
            Pak Mufasir juga mempersilakan aku melihat-lihat ke dalam ruangan warnet. Wha... rapi dan bersih. Dengan sepuluh buah komputer yang masing-masing tertata rapi di bilik-bilik  terbuka, tempat ini nyaman banget. Kemudian Pak Mufasir menunjukkan sebuah tulisan lumayan besar yang terpampang di bagian atas salah satu sisi dinding. “Lindungi keluarga kita dari situs porno dan kejahatan internet”, serta “Maaf kami tidak menyediakan warnet ini untuk pacaran”. Wow

Nggak Cuma itu. Setiap kita mulai menyalakan komputer, kita akan disuguhi Term of Services Warnet Ersa yang isinya semacam akad transaksi sebelum aktifitas nge-net dimulai. Jadi, dijamin tidak akan ada penipuan harga dan semacamnya. Juga ternyata ada daftar harga dan menu minuman (selain kopi ternyata ada juga soft drink) yang dijual di situ. Kereeen!
Dan yang paling bikin aku tambah berdecak kagum, aku melihat seorang anak yang sedang sholat di bilik tempat ia menyewa internet. Rupanya begitu mendengar azan, ia istirahat dulu untuk beribadah. “Kami menyediakan mukena dan sajadah bila ada yang mau pinjam...” kata Ibu Tri.
Hmmh...aku hanya bisa senyum- senyum sambil membayangkan andai seluruh pengusaha warnet di Indonesia atau dunia meniatkan hati untuk mem”bersih”kan warnet mereka, akan sangat lumayan menolong generasi muda terhindar dari tontonan tabu yang merusak akhlak.
            “Dulu sih... banyak yang bilang kalau warnet nggak ada situs pornonya, bakalan sepi. Tapi, alhamdulillah nyatanya setelah empat tahun buka, nggak pernah sepi. Malah kami sering meminjamkan tiga lap top kami kalau komputer di dalam terpakai semua. Mereka malah senang bisa nge-net sambil menikmati semilir angin di luar. Kalau sepi saja, uang masuk sehari bisa sekitar 300 ribuan lah. Padahal harga perjam di warnet ini terbilang paling mahal di antara warnet lain. Harga sesuai dengan image bahwa ini warnet berkelas. Jadi, walau lebih mahal, tapi malah jadi inceran.”
Iya, iya, setuju Pak!
“Oya, kami juga membeli lisensi langsung sama microsoft dan perusahaan software lain. Pokoknya bukan sembarang warnet lah!” lanjut Pak Mufasir atau biasa dipanggil Pak Ace ini. Wadhuh! Promosi nih.. hihihi.
            Jadi, gitu deh liputanku tentang warnet super duper oke ini. Aku sempet nge-net gratis lho, buka-buka blogku yang lama nggak diupdate, ellasofa.blogspot.com. Andai waktuku masih banyak di kota Pati ini, rasanya pengen main di sini terussss.

Reaksi:

7 komentar:

  1. keren yaa mbak, yang namanya wirausaha emang harus selalu inovatif...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, aku juga takjub dan langsung ada ide ngeliput, wawancara sampe tak rekam di hape lho..., yg punya saudaranya bu nunung cha...mau takkirim media bingung kemana ya? ya wis di sini aja

      Hapus
  2. wah... kereeeeen... mbak! pengen mampir kesana tapi rasa-rasanya susah juga kalo sudah punya anak, hihi...keren liputannya... salam kenal...

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak santi rumahnya mana? waktu itu aku mampir sekeluarga, sempet buka blogku bentar. iya, klo punya anak kecil, agak susah ke warnet klo gak ada yg bantu jagain... btw makasih dah mampir mbak...

      Hapus
  3. Wah idenya keren, skg kita gak harus nongkrong di starbuck untuk ngopi mahal dgn koneksi internet ya, di warnet ini pun asik ngupi2nya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, dan yg penting dijamin insyaallah aman dari situs porno, serta pergaulan bebas. pokoke ayik liat anak2 remaja pada diantar ortunya di warnet ini,mereka udah percaya ama yg punya warnet...

      Hapus
  4. WOW Keren nie artikernya
    Sambil baca artikel ini, Aku numpang promosi deh !
    Agen Bola, Bandar Bola Online, Situs Taruhan Bola, 7meter

    BalasHapus