Kamis, 21 Agustus 2014

Mengapa Kamu Menulis?


Ada beberapa alasan mengpa seseorang melakukan kegiatan menulis. Beberapa alasan yang mendorong seseorang menulis disebut dengan motivasi menulis. Motivasi menulis seseorang bisa dikategorikan sebagai berikut, dengan catatan bahwa seorang penulis bisa memiliki lebih dari satu motivasi dalam menulis. :
1.      Menulis untuk membahagiakan diri
-          Pernahkah kamu menuliskan dari kejadian yang kaualami di sebuah buku harian?
-          Pernahkah kamu menulis beberapa  kalimat di sebuah kertas saat sedang sedih atau marah?
-          Pernahkan kamu menuliskan keindahan sebuah tempat dalam bentuk cerita atau puisi?
-          Pernahkan kamu mengagumi seseorang lalu menuliskannya di sebuah buku atau kertas?
Apa yang kaurasakan setelah selesai menulis seperti di atas? Mungkin kamu akan merasa: lega, agak plong, puas, lebih bahagia. Nha, menulis seperti itu adalah menulis karena motivasi ingin membahagiakan diri. Membahagiakan diri bisa berarti: mencurahkan hati dari kesedihan, mengungkapkan ketidaksukaan atau kemarahan sehingga beban pikiran lebih ringan, dengan menulis perasaan menjadi lebih lega atau lebih bahagia dari sebelumnya.
2.      Menulis untuk berbagi kepada orang lain
Motivasi menulis selanjutnya tak sebatas untuk tempat curahan hati saja, tetapi meningkat pada keinginan untuk membaginya dengan orang lain, atau keinginan agar tulisan kita dibaca orag lain, seperti guru, orang tua, teman-teman, dan lain-lain. Pernahkan kamu melakukan hal itu? Misalnya menulis karena ingin dipasang di majalah dinding sekolah, karena ingin dimuat di majalah, atau sekedar ingin kauedarkan dikalangan teman-temanmu agar mereka membacanya dan memberi komentar. Atau lebih canggih lagi, kamu menulis lalu kamu posting di sebuah blog. Alasannya tentu agar orang yang membaca tulisanmu akan menjadi bertambah informasi dari tulisanmu tersebut. Itulah kegiatan menulis yang disebut memiliki motivasi untuk berbagi kepada orang lain. Aktivitas wartawan yang menulis berita juga bisa disebut menulis dengan motivasi untuk berbagi kepada orang lain.

3.      Menulis untuk meraih prestasi
Di sekolah diadakan lomba menulis kisah para nabi dalam rngka memperingati hari Maulid Nabi Muhammad SAW. Kamu dan teman-temanmu berusaha sungguh-sungguh membuat karangan atau tulisan yang bagus karena ingin meraih juara dalam lomba tersebut. Kegiatan menulis seperti itu dikatakan sebagai menulis dengan motivasi ingin meraih prestasi.
Selain lomba di sekolah, banyak juga lomba menulis lain yang diadakan oleh beberapa instansi, baik dari pemrintah ataupun swasta. Seringkali juga ada lomba menulis yang diadakan di media online seperti menulis lewat facebook, atau blog. Menulis karena ingin dimuat di majalah atau koran juga selain karena ingin berbagi, bisa dibilang sebagai menulis dengan motivasi ingin meraih prestasi, karena dimuatnya tulisan di majalah atau koran adalah sebuah prestasi tersendiri karena tidak setiap tulisan bisa menembus media cetak, ada persaingan ketat di sana.

4.      Menulis untuk mendapatkan penghasilan
Menulis untuk mendapatkan penghasilan? Mengapa tidak? Mungkinkah? Menulis untuk mendapatkan penghasilan adalah sangat mungkin dan itu alasan yang sangat wajar. Ketika tulisanmu dimuat di media, maka kamu akan mendaptkan honor, atau setidaknya imbalan berupa bingkisan kenang-kenangan, misalnya tas, sepatu, kaos, dan lain-lain. Asyik bukan? Tentu ini sangat membahagiakan dan melecutkan kembali samnagat menulismu sehingga kamu menulis lagi dengan harapan akan mendapatkan imbalan sebagaimana tulisanmu sebelumnya. Ini dinamakan motivasi menulis karena ingin mendapatkan penghasilan.
Pada penulis yang telah berpengalaman, mengirimkan tulisan ke media memang bisa dijadikan salah satu dari sumber mata pencaharian atau mendapatkan tambahan penghasilan. Imbalan untuk sebuah tulisan di berbagai media cetak sangat beragam, ada yang sekali dimuat mendapatkan puluhan ribu, hingga ratusan ribu, bahkan ada yang sampai satu juta lebih. Untuk sekarang ini, menulis di blog juga ada yang dijadikan sarana mendapatkan penghasilan, di mana biasanya tulisan tersebut adalah pesanan dari sebuah perusahaan atau instansi tertentu yang sedang berpromosi atau mensosialisasikan produk atau program terbarunya. Ada juga yang menulis artikel website pihak lain dengan bayaran tertentu per-artikelnya. Ada yang langsung berhubungan dengan pemilik web, atau melalui jasa agensi dengan harga yang bervariasi tiap artikelnya, ada yang berkisar hanya beberapa ribu rupiah, puluhan ribu, hingga ratusan ribu rupiah.
Menulis buku atau novel juga bisa dijadikan sumber mata pencaharian lho, asalkan pandai melihat peluang di pasaran, dan mampu membuat keunikan tersendiri pada buku yang ditulis. Ada penerbit yang memberikan uang muka sebagai pembayaran atas tulisan kita yang dicetak, atau penerbit memberikan royalti dari hasil penjualn buku tersebut. Atau, ada juga penerbit yang melakukan kontrak jual putus dengan penulis.
Menarik bukan? Maka, jangan berhenti belajar jika kamu memang mencintai kegiatan menulis ini. Menulis tidak sekedar hobi yang hanya sebagai pengisi waktu luang saja atau sekedar curahan hati, tapi bisa jadi uang. Tapi, bagaimanapun menulis dengan motivasi ini sebaiknyalah tak lepas dari motivasi dasar dalam menulis, bahwa kita menulis adalah untuk membahagiakan diri, dan untuk berbagi dengan orang lain.
            Bermacam motivasi tersebut tidaklah berdiri sendiri-sendiri, tapi senantiasa saling berhubungan dan berbarengan. Motivasi menulis untuk meraih prestasi, tentulah tak lepas dari motivasi dasar seseorang bahwa sesungguhnya menulis itu juga terdorong oleh alasan ingin membahagiakan diri serta berbagi pada orang lain. Begitu juga dengan motivasi menulis untuk mencari nafkah atau penghasilan. Biasanya seorang penulis akan menulis dengan sepenuh hati, sungguh-sungguh, sehingga menghasilkan tulisan yang baik yang akan membuatnya bahagia karena telah mampu menyelesaikan tulisan tersebut serta bagaimanapun, keinginan untuk membuat orang lain membaca tulisan kita itu pasti ada. Jadi, seorang penulis biasanya memang memiliki beragam motivasi menulis yang berbarengan.
Terlepas dari termasuk penulis dengan motivasi apa sajakah kamu, kegiatan menulis ini memiliki beberapa manfaat positif baik bagi diri penulis sendiri maupun bagi orang lain, yaitu:

1.      Terapi psikologi bagi penulis
Setelah menulis, seorang penulis mengalami pembersihan jiwa dari energi negatif yang memenuhi dirinya. Jadi, seseorang yang berhasil menuangkan masalah yang dihadapinya dalam sebuah tulisan, atau menuangkan ide di kepala dalam, sebuah karya tulisan, akan mengalami rasa lega karena keresahan dalam dada atau kepala telah berhasil dikeluarkan atau dituangkan. Hal ini sangat baik untuk kesehatan jiwa, karena beban masalah atau ide-ide yang hanya menyesak tanpa bisa diungkapkan merupakan energi menumpuk yang menjadi sampah dalam jiwa sehingga membuat seseorang bisa tertekan, gelisah, stress bahkan depresi. Pemberisihan diri dari energi yang tertimbun tersebut biasa disebut katarsis.
2.      Membuktikan eksistensi diri
Bagaimana kira –kira tanggapan teman-temanmu saat karyamu dipajang di majalah dinding, atau bahkan dimuat di sebuah majalah? Bagaimana kira-kira reaksi orang tuamu seandainya novel yang kamu tulis berhasil terbit dan beredar di toko-toko buku? Tentu mereka memandangmu memiliki kelebihan, sesuatu yang membanggakan, sesuatu yang bisa disebut prestasi yang tak semua orang bisa melakukannya. Namamu akan lebih dikenal karena karyamu yang banyak dibaca orang. Dampak positifnya, rasa percaya dirimu akan naik karena dengan sendirinya kamu merasa memiliki sesuatu tak dimiliki orang lain. Orang-orang akan mengakui bahwa karyamu bisa diperhitungkan. Inilah yang disebut bahwa menulis akan membuktikan eksistensi diri seseorang. Menurut Maslow, pengakuan pada diri seseorang  sangat perlu  karena merupakan kebutuhan dasar manusia untuk dapat melanjutkan hidupnya dengan psikologis yang sehat.
3.      Menyebarluaskan ilmu dan informasi
Para ilmuwan mentransfer ilmu yang ia miliki dengan mengajarkannya pada murid atau mahasiswa, atau siapapun yang ingin belajar padanya. Salah satu  media dalam mentransfer ilmunya adalah dengan tulisan. Dengan menuliskan ilmu yang dimilikinya menjadi sebuah artikel atau buku, maka ia akan lebih mudah dalam menyebarluaskan ilmu dan informasi yang ia miliki sehingga ilmunya menjadi lebih berkah dan bermanfaat. Hal yang sama juga berlaku pada para penulis buku atau artikel, bahkan juga penulis puisi, cerpen dan novel yang mengolah ilmu dan informasi yang dimiliki dalam bentuk fiksi. Begitu pula para wartawan juga membagi informasi terbaru yang ia dapatkan dengan menuliskannya menjadi berita di koran atau majalah.
4.      Mengabadikan hikmah kehidupan
Sebuah buku atau novel bisa dibaca berulangkali. Begitu juga dengan berita atau artikel di koran, bisa dibaca-baca lagi sewaktu-waktu kita membutuhkannya. Bahkan ada yang membuat klipping karena berharganya informasi dari tulisan di koran atau majalah tersebut. Begitu juga dengan catatan tentang materi pelajaran di sekolah, kamu bisa membacanya berulangkali saat dibutuhkan. Tulisan di buku diarimu juga bisa kamu baca-baca ulang untuk mengenang kejadian yang telah lalu dan bisa mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian itu. Inilah yang dinamakan bahwa kegiatan menulis ini mampu mengabadikan hikmah kehidupan. Meski mungkin penulisnya sudah tiada, apa yang ditulis masih bisa dinikmati oleh orang banyak dan masih bisa dimanfaatkan.

Jadi, jika kamu ingin menulis, jangan pernah ragu. Termasuk kategori yang manapun motivasi kamu dalam menulis, insyaallah baik selama tujuan menulismu bukan untuk menyakiti pihak lain. Karena menulis banyak manfaatnya, maka menulislah mulai hari ini. Tunjukkan pada dunia bahwa kita pernah ada. Selamat belajar pada sesi pertemuan berikutnya...!


Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar