Senin, 25 Mei 2015

Cinta VS Pernikahan





            Seorang teman laki-laki mengaku bahwa ia pertama kali jatuh cinta di bangku SMP. Karena masih SMP, saat itu yang bisa dilakukannya hanya menahan diri dan memendam perasaan. Tetapi, rasa kagum dan tertarik itu akhirnya ia lupakan, ketika ia merasa jatuh cinta lagi pada seorang teman di SMA. Saat itu, ia sempat menyatakan perasaannya, walau ternyata ia bertepuk sebelah tangan. Si cewek menolak. Baru kali itu ia merasakan yang namanya patah hati.
 Memang perlu waktu agak lama untuk menghilangkan rasa sakit dan kecewa itu. Tetapi ia segera melupakan sakitnya tatkala ia tertarik lagi pada teman kuliahnya yang cantik dan dewasa. Ia merasa beruntung karena cintanya mendapat sambutan. Katanya mereka “jadian” dan sempat berpikir untuk merancang masa depan berdua. Ia merasa sudah mantap dan yakin bahwa tidak akan berpindah ke lain hati. Ternyata, ketika megikuti program KKN, ia satu kelompok dengan seorang cewek yang begitu energik dan jenius. Cewek itu memang tidak secantik kekasihnya, tapi entah mengapa ia tak bisa menyangkal bahwa ia sangat kagum pada teman KKN-nya itu. Dan ketika saat perpisahan tiba, ia tak kuasa menahan gejolak hatinya untuk tak mengatakan perasaannya, dan itu membuatnya merasa sangat lega. Walaupun mereka tidak berkomitmen apa-apa karena ternyata si cewek telah dihitbah laki-laki lain. Laki-laki juga telah memiliki rencana menikah dengan teman kuliahnya setelah lulus nanti.
            Bagaimana kesan anda setelah membaca cerita di atas? Geli? Terenyuh? Atau... sedih? Atau justru heran dan merasa bahwa kisah itu sangat konyol? Padahal kejadian seperti itu sangat banyak dan umum di sekitar kita.
            Inti yang ingin saya sampaikan dari kisah di atas adalah, betapa seseorang bisa untuk jatuh cinta lebih dari satu kali pada orang-orang yang berbeda. Padahal saat sedang jatuh cinta pada satu orang, rasanya tak ada orang lain yang bisa mengisi hatinya lagi. Siang, malam, pagi, sore, ke warung, ke pasar, ke tempat kuliah, ke salon, ke dapur, ke rumah teman, yang ada di kepala hanya si dia. Seperti lagu Dewa 19 “Kamulah satu-satunya...dst.”
            Tapi, benarkah ia hanya bisa mencintai satu orang? Terbukti ia mampu untuk berkali jatuh cinta, dan jatuh cinta lagi. Jadi, cinta itu apa sih? Mengapa bisa jatuh cinta berulang kali? Lalu adakah cinta sejati?

Apakah Alergi Bisa Sembuh?






Usia anak-anak adalah usia pertumbuhan. Mereka membutuhkan beragam jenis gizi dari asupan makanan. Akan lebih baik jika orang tua memberikan makanan yang beraneka rupa agar kelengkapan gizinya terpenuhi dengan baik. Namun, pada keyataannya ada anak- anak yang mengalami reaksi alergi jika mengkonsumsi makanan-makanan jenis tertentu, seperti kacang-kacangan, telur, susu, kedelai, ikan laut, cumi, kepiting, udang, buah-buahan (tomat, jeruk, stroberi), mentimun, biji-bijian seperti gandum, dan lain-lain. Juga ada anak yang mengalami intoleransi tehadap produk susu, cokelat, putih telur, MSG, dan food additives. Reaksinya bisa berupa kemerahan di sekitar mulut, ruam kulit, sesak napas, diare, kolik, dan lain-lain. Padahal beberapa dari jenis makan-makanan pencetus alergi atau intoleransi tersebut kandungan gizinya sebenarnya bagus dan dibutuhkan anak (terkecuali MSG dan food additives).
Orang tua memang bisa mengganti jenis makanan yang menimbulkan alergi atau intoleransi tersebut dengan jenis makanan lain yang memiliki kandungan yang sama. Bahkan tak jarang anak dilarang mengkonsumsi banyak jenis makanan (tak hanya satu jenis) karena khawatir anak menjadi sakit.  Tetapi akankah selamanya anak harus menghindari jenis-jenis  makanan itu? Mungkinkah terjadi perubahan daya tahan anak dalam menerima jenis makanan pencetus tersebut, sehingga suatu saat ia boleh mengkonsumsinya dengan bebas? 

Kamis, 21 Mei 2015

Anak Suka Membantah? La Tahzan...




Apakah yang lebih menyedihkan dari anak-anak yang suka menentang atau membantah jika diberi tahu orang tua?
Sebagai tua, tentunya kita ingin memiliki ank-anak yang manis, penurut, dan mudah menerima masukan dari kita. Sudah pasti tujuan kita adalah agar mereka menjadi anak yang baik, akhlaknya maupun ibadahnya. Kita juga tidak ingin anak mendapatkan kesulitan dengan perilakunya yang kita anggap kurang tepat, sehingga kita merasa perlu memberi tahu mana yang salah dan mana yang benar.
Sayangnya, seringkali apa yang ingin kita sampaikan, tak bisa diserap anak dengan baik, atau bahkan anak sama sekali tak mau mendegarkan dan justru membalas dengan kata-kata yang menyakitkan atau dengan nada yang lebih keras. Atau dia akan menangis, membuang barang-barang yang ada di dekatnya, hingga menyerang kita.
Saat-saat seperti itulah akan benar terasa bahwa menjadi orang tua memang tidak mudah. Hal ini membuat kita sedih, bahkan tak jarang menangis karena tak tahu harus bagaimana. Di satu sisi kita wajib mengingatkannya, di sisi lain ego anak tak mau merasa diatur atau disalahkan.
Jadi, apa yang bisa kita lakukan? Sebaiknya kita tidak larut dalam rasa sedih. Ada beberapa hal perlu kita ketahui terlebih dulu tentang hal-hal  yang berkaitan dengan perilaku anak yang suka membantah:

Rabu, 20 Mei 2015

Filosofi Cinta



Cinta adalah: Kecenderungan hati pada seseorang atau sesuatu yang sangat kuat, sehingga setiap saat ingin selalu memikirkan dan ingin berdekatan dengan seseorang atau sesuatu tersebut. Cinta melibatkan emosi, bukan intelektual. Dalam hal ini perasaan lebih berperan. Banyak definisi tentang cinta karena saat mendefinisikan sesuai dengan keadaan emosi masing-masing orang.
a.      Makna Cinta
Seorang Wakhid Nur Effendi, menulis tentang makna kata cinta, yaitu: “Cinta merupakan kata yang dipertaruhkan di medan semantik, karena pihak-pihak yang berkepentingan akan mengartikan sesuai dengan keinginannya.”
Cinta itu sulit untuk didefinisikan. Namun begitu, para ahli dari berbagai bidang atau tokoh intelektual tetap berusaha mencoba mendefinisikan makna kata cinta, walaupun masing-masing tidak bisa dijadikan patokan mutlak akan makna cinta.
Cinta adalah ungkapan kerinduan dan gambaran perasaan yang terdalam. Siapa yang merasakannya, niscaya akan mengenalinya. Namun siapa yang mencoba untuk menyifatinya, pasti akan gagal.” Begitu menurut Rabi’ah Al-Adawiyah.
Sedangkan menurut Mahmud bin Asy-Syarif, “Cinta adalah sebuah kerinduan yang tidak berujung, sebuah rasa kangen yang meletup-letup, dan sebuah kegilaan yang tak berkesudahan.
Sementara itu, Ibnul Qayyum Al-Jauziah berkata, “Cinta adalah luapan hati dan gejolakny, saat dirundung keinginan untuk bertemu dengan sang kekasih.”
Dari tiga pendapat ahli tersebut, kita bisa menarik garis merah, bahwa di dalam gejala emosi yang bernama cinta itu ada unsur rindu untuk bertemu dengan  seseorang atau sesuatu. Definisi cinta hanya akan bisa dipahami secara utuh oleh mereka yang telah merasakannya, dan tidak bisa pahami benar hanya dengan membaca definisinya saja.
Membaca definisi-definisi tersebut, kita mungkin akan cenderung mengartikan bahwa cinta adalah perasaan yang dimiliki sepasang kekasih, atau seseorang ketika sedang jatuh kepada lawan jenis yang menarik hatinya. Apakah kamu pernah merasakan hal itu? Siang tak tenang, malam tak lelap, makan tak lahap, memikirkan seseorang yang begitu memukau hatimu? Hidup seakan tak bergairah jika sehari saja tak bertemu? Nha, bisa jadi itu adalah cinta. Ternyata kamu pernah atau justru sedang jatuh cinta ya? 

Bangun Tidur Tumit Sakit?





Seorang ibu tiba-tiba saja merasa kesakitan di bagian kaki saat bangun tidur. Rasanya tajam menusuk dan kaku, tetapi hanya terasa di sebelah kakinya saja. Tetapi ketika sudah digunakan untuk beraktivitas, rasa sakit itu perlahan menghilang dan ia bisa melakukan pekerjaan harian tanpa gangguan rasa sakit itu lagi. Keesokan harinya, rasa sakit itu hadir lagi  ketika bangun tidur. Sejak saat itu, ia mengalami hal serupa setiap kali bangun tidur, bahkan ia mulai menyadari bahwa sakit itu muncul lagi sehabis ia duduk dalam waktu agak lama, atau berdiam diri dalam waktu agak lama. Dan ketika bergerak kembali, sakit itu pun seakan teredam.
Semula ia mengira terkena gejala asam urat tinggi atau kolesterol. Tetapi ketika melakukan cek darah, ia tak menemukan hasil yang signifikan. Sakit itu, makin lama makin terasa lebih hebat, bahkan ketika digunakan untuk bergerak yang semula tidak sakit, kini juga masih terasa sakit. Dan ketika bangun tidur pagi, kaki rasanya seakan membengkok.
Apakah Sahabat Ummi mengalami hal itu? Atau mungkin saudara dekat atau tetangga mengalami hal gejala serupa? Mungkin inilah yang sedang dialami, yaitu gejala Plantar Fasciitis.
Gejalanya persis seperti yang sudah diuraikan di atas, yaitu kaki terasa sakit ketika bangun tidur atau sehabis berdiam diri agak lama. Nha, apa saja yang perlu kita ketahui tentang penyakit ini?
a.      Penyebab
Di bagian kaki kita, ada bagian yang bernama plantar fascia, yaitu serabut-serabut otot yang mengubungkan antara tumit dengan jari-jari kaki, yang berfungsi untuk menyangga lengkung kaki dan menyerap kejutan (shock-absorbing bowstring). Atau istilahnya sebagai tali busur yang menahan goncangan dan melindungi lengkungan kaki. Tetapi jika terjadi tegangan yang terlalu besar, maka dapat terjadi robekan kecil pada bagian plantar fascia tersebut. Jika tegangan itu berulang-ulang maka bagian ini akan mengalami iritasi dan meradang sehingga timbullah rasa sakit itu. 

Beberapa faktor pemicu terjadinya peradangan itu antara lain:

Entri yang Diunggulkan

[Catatan Ramadhan ke Dua] Inilah Kisah Dibalik Terbitnya Novel Terbaruku: "Serpihan Asa"

        Alhamdulillah… menulis lagi di blog. Alhamdulillah… kali ini aku ingin sedikit bercerita tentang novel terbaruku yang terbit sebaga...