Senin, 25 Mei 2015

Apakah Alergi Bisa Sembuh?






Usia anak-anak adalah usia pertumbuhan. Mereka membutuhkan beragam jenis gizi dari asupan makanan. Akan lebih baik jika orang tua memberikan makanan yang beraneka rupa agar kelengkapan gizinya terpenuhi dengan baik. Namun, pada keyataannya ada anak- anak yang mengalami reaksi alergi jika mengkonsumsi makanan-makanan jenis tertentu, seperti kacang-kacangan, telur, susu, kedelai, ikan laut, cumi, kepiting, udang, buah-buahan (tomat, jeruk, stroberi), mentimun, biji-bijian seperti gandum, dan lain-lain. Juga ada anak yang mengalami intoleransi tehadap produk susu, cokelat, putih telur, MSG, dan food additives. Reaksinya bisa berupa kemerahan di sekitar mulut, ruam kulit, sesak napas, diare, kolik, dan lain-lain. Padahal beberapa dari jenis makan-makanan pencetus alergi atau intoleransi tersebut kandungan gizinya sebenarnya bagus dan dibutuhkan anak (terkecuali MSG dan food additives).
Orang tua memang bisa mengganti jenis makanan yang menimbulkan alergi atau intoleransi tersebut dengan jenis makanan lain yang memiliki kandungan yang sama. Bahkan tak jarang anak dilarang mengkonsumsi banyak jenis makanan (tak hanya satu jenis) karena khawatir anak menjadi sakit.  Tetapi akankah selamanya anak harus menghindari jenis-jenis  makanan itu? Mungkinkah terjadi perubahan daya tahan anak dalam menerima jenis makanan pencetus tersebut, sehingga suatu saat ia boleh mengkonsumsinya dengan bebas? 

Menghindari banyak jenis makanan jika belum jelas terbukti sebagai penyebab alergi dalam jangka waktu lama sangat tidak dianjurkan. Karena masa bayi atau anak-anak adalah masa pertumbuhan pesat yang memerlukan banyak zat gizi. Lalu harus bagaimana?
Mungkin hal sederhana ini bisa kita lakukan, Ibu-Ibu. Yakinkan dulu penyebab alergi anak. Buatlah catatan jenis makanan apa saja yang menimbulkan reaksi. Kemudian lakukan tes provokasi ketika anak dalam kondisi sehat.
 Cara melakukan tes provokasi :
Cobalah jenis makanan yang dicurigai menimbulkan reaksi alergi ke anak (misal: kulit kemerahan atau gatal). Jika setelah pemberian makanan tersebut tidak timbul reaksi apa-apa, berarti anak tidak alergi terhadap makanan itu. Sebaliknya jika timbul reaksi, berarti kemungkinan besar ia alergi terhadap makanan  itu. Jika sudah diketahui, sebaiknya jangan berikan makanan itu selama sekitar enam bulan. Setelah itu, boleh dicoba lagi diberikan pada anak, tentu saat keadaannya sehat. Jika masih alergi, pantang lagi sekitar enam bulan berikutnya. Begitu seterusnya. Jika pada suatu tes provokasi tersebut kita menemui anak sudah tidak mengalami reaksi alergi lagi, Insha Allah tubuhnya sudah bisa bersahabat dengan jenis makanan tersebut.
Jangan terlalu khawatir Ibu-Ibu, biasanya alergi makanan pada anak akan hilang seiring bertambahnya usia, meski antara anak satu dengan lainnya tidak sama jangka waktunya.

artikel sudah pernah dimuat di ummi online
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar