Rabu, 20 Mei 2015

Bangun Tidur Tumit Sakit?





Seorang ibu tiba-tiba saja merasa kesakitan di bagian kaki saat bangun tidur. Rasanya tajam menusuk dan kaku, tetapi hanya terasa di sebelah kakinya saja. Tetapi ketika sudah digunakan untuk beraktivitas, rasa sakit itu perlahan menghilang dan ia bisa melakukan pekerjaan harian tanpa gangguan rasa sakit itu lagi. Keesokan harinya, rasa sakit itu hadir lagi  ketika bangun tidur. Sejak saat itu, ia mengalami hal serupa setiap kali bangun tidur, bahkan ia mulai menyadari bahwa sakit itu muncul lagi sehabis ia duduk dalam waktu agak lama, atau berdiam diri dalam waktu agak lama. Dan ketika bergerak kembali, sakit itu pun seakan teredam.
Semula ia mengira terkena gejala asam urat tinggi atau kolesterol. Tetapi ketika melakukan cek darah, ia tak menemukan hasil yang signifikan. Sakit itu, makin lama makin terasa lebih hebat, bahkan ketika digunakan untuk bergerak yang semula tidak sakit, kini juga masih terasa sakit. Dan ketika bangun tidur pagi, kaki rasanya seakan membengkok.
Apakah Sahabat Ummi mengalami hal itu? Atau mungkin saudara dekat atau tetangga mengalami hal gejala serupa? Mungkin inilah yang sedang dialami, yaitu gejala Plantar Fasciitis.
Gejalanya persis seperti yang sudah diuraikan di atas, yaitu kaki terasa sakit ketika bangun tidur atau sehabis berdiam diri agak lama. Nha, apa saja yang perlu kita ketahui tentang penyakit ini?
a.      Penyebab
Di bagian kaki kita, ada bagian yang bernama plantar fascia, yaitu serabut-serabut otot yang mengubungkan antara tumit dengan jari-jari kaki, yang berfungsi untuk menyangga lengkung kaki dan menyerap kejutan (shock-absorbing bowstring). Atau istilahnya sebagai tali busur yang menahan goncangan dan melindungi lengkungan kaki. Tetapi jika terjadi tegangan yang terlalu besar, maka dapat terjadi robekan kecil pada bagian plantar fascia tersebut. Jika tegangan itu berulang-ulang maka bagian ini akan mengalami iritasi dan meradang sehingga timbullah rasa sakit itu. 

Beberapa faktor pemicu terjadinya peradangan itu antara lain:


-          Aktivitas fisik yang berlebihan seperti terlalu banyak berjalan, berlari atau melompat lompat, dengan tidak didukung alas kaki yang memadai.
-          Gerakan yang menyebabkan tekanan mendadak pada tumit,  seperti gerakan turun dari tempat yag lebih tinggi ke tempat yang rendah (Bahasa Jawa: anjlok)
-          Mekanik kaki yang abnormal, yaitu telapak kaki yang datar, atau yang terlalu melengkung yang menyebabkan bagian plantar fascia sering mengalami stres.
-          Pola berjalan atau gerakan yang abnormal yang menyebabkan distribusi berjalan kita yang tidak seimbang diterima olah kedua kaki.
-          Kelebihan berat badan sehingga tegangan pada plantar fascia terlalu tinggi. Kehamilan juga bisa menyebabkan tegangan yang tinggi pada telapak kaki.
-          Artrhritis. Beberapa tipe arthritis menyebabkan peradangan pada tendon telapak kaki sehingga menyebabkan gajala plantar fasciitis.
-          Diabetes. Meskipun belum diketahui jelas mekanismenya, tetapi plantar fascitis lebih sering mengenai penderita diabetes.
-          Usia yang memasuki separuh baya, dimana kekuatan otot-otot penyangga mulai menurun.

b.      Resiko Bila Diabaikan

Bila penyakit ini diabaikan, dapat menyebabkan keadaan gejala menahun yang mengganggu rutinitas kita. Gejala bisa meningkat pada masalah di kaki, lutut, paha, bahkan punggung, karena penyakit ini mengubah gaya berjalan kita.

c.       Apa yang Harus Dilakukan?

Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan agar gejala tidak makin parah adalah:
1.      Menjaga berat badan agar ideal untuk meminimalkan stres pada telapak kaki
2.      Memilih sepatu atau sandal yang ergonomis yang dapat meredam kejutan. Hindari alas kaki yang terlalu tipis seperti sandal jepit atau sepatu yang alasnya keras. Jangan bertelanjang kaki terutama pada permukaan keras. Meski di dalam rumah, usahakan tetap memakai sandal yang empuk dan nyaman, dan tidak tipis.
3.      Ganti sepatu atau sandal jika sudah tidak nyaman
4.      Lakukan peregangan pada saat bangun tidur. Sebelum turun dari tempat tidur, regangkan otot-otot betis dan telapak kaki dengan cara menyentuh ujung kaki dan perlahan-lahan melipat kaki. Ini dapat menolong untuk mengembaikan ketegangan plantar fascia yang terjadi saat tidur.
5.      Kompres kaki dengan es batuyang dibungkus dengan kain di daerah nyeri selama 15 sampai 20 menit, 3 atau 4 kali sehari atau setelah aktivitas. Atau bisa dengan urut es, yaitu bekukan sebitol air dan urutkan pada daerah yang nyeri sekitar 5 sampai 7 menit.
6.      Bila nyeri terasa parah, istirahatkan kaki dari aktivitas selama beberapa hari.
7.      Bila ingin tetap olahraga, pilih olahraga yang rendah atau tanpa hentakan, misalnya berenang, bersepeda, olah napas, dan pilates atau BL tanpa high impact pada wanita.
8.      Temui dokter. Biasanya dokter akan memberi obat pereda rasa sakit dan menyarankan fisiotherapy, atau operasi jika dirasa perlu. Berkonsultasi pada ahli akan meminimalkan resiko salah penanganan.
Demikian sedikit ulasan tentang penyakit plantar fasciitis, yang sepertinya para penderita banyak yang belum tahu betul apa yang sedang terjadi pada kakinya. Semoga bermanfaat.









Artikel ini telah dimuat di Ummi Online
Reaksi:

1 komentar:

  1. Kalau saya di engkel kaki mbak. Lumayan... Makasih ya sharingnya.

    BalasHapus