Selasa, 09 Juni 2015

Cinta dan Akal, dua Sejoli Tak Terpisahkan





Sobat Nida, tahu nggak, bahwa pada saat penciptaan anak-anak Adam, Allah telah memberikan manusia dua bakat. Dengan memperlihatkan keindahan-Nya, cinta telah ditanamkan pada mereka (cinta kepada Allah Swt.), lalu dengan mengajukan pertanyaan, “Bukankah Aku Tuhanmu?” (QS. 7:172), manusia telah diberi kemampuan untuk mengetahui. Untuk menanamkan cinta-Nya, Allah memberikan manusia hati yang bergerak-gerak, sedangkan untuk memperoleh pengetahuan, manusia diberi akal yang tajam.
            Sobat Muda, antara akal dan cinta memiliki beberapa perbedaan, namun demikian kedua hal tersebut tak bisa dipisahkan dan berdiri sendiri-sendiri dalam kehidupan anak Adam. Mempelajarai cara kerja akal dan cinta memang menarik, serta butuh perenungan yang dalam, serta kejujuran. Meski semesta pembicaraan tentang ini mengarah pada cara manusia berfilosofi, yang biasanya menjadi makanan sehari-hari para filsuf, namun tak ada salahnya kita juga mempelajarinya karena bagaimanapun hal ini menyangkut cara kerja otak dan hati kita sepanjang hayat.
            Nha, mari kita telisik satu persatu bagaimana indahnya harmoni antara akal dan cinta yang telah diberikan Allah pada kita:
1.      Untuk menanamkan cinta, Allah memberi manusia hati yang bergerak-gerak, dan untuk memperolah pengetahuan, Allah memberikan manusia akal yang tajam. Dengan demikian Makanan hati adalah cinta, dan makanan akal adalah pengetahuan.

2.      Cinta bisa mengarah pada perubahan-perubahan yang menyimpang, dan pengetahuanlah yang akan mengembalikannya pada keseimbangan.
3.      Pengetahuan bisa membawa manusia pada kesombongan, dan cintalah yang mengembalikannya pada kesederhanaan dan kerendahan hati.
4.      Cinta berusaha melakukan segala sesuatu demi mendekati kekasih tercinta, di sisi lain akal menghindari bahaya dalam segala hal dan hanya mencari yang nampak berguna.
5.      Orang yang bijak dalam setiap langkahnya mengikuti perintah akal, sementara orang yang mabuk cinta adalah orang yang menuruti semangat cinta, tidak sabar mencapai tujuan. Namun dua hal tersebut semestinya bersinergi, pada saat akal memahami jalan tetapi tidak memiliki kesabaran untuk mencapai tujuan, maka cintalah yang mengangkat sayap keinginan seseorang untuk mencapai tujuan tersebut. Contohnya saat seseorang memiliki cita-cita, secara nalar ia tahu betapa sulitnya menggapai cita-cita tersebut, tetapi karena ia memiliki cinta yang besar terhadap cita-cita itu, maka dengan cinta ia akan memiliki keyakinan bahwa suatu saat akan berhasil menggapai apa yang ia inginkan.
6.      Akal yang sehat penting untuk melaksanakan agama, sehingga orang-orang yang memiliki akal sehat adalah orang yang benar-benar mendapat rahmat. Namun akal semata tidak cukup, karena akal disibukkan dengan perenungan dan pemikiran. Sedangkan cinta diperlukan untuk bertindak berdasarkan pengetahuan yang dimiliki.

7.      Jalan menuju Allah Swt. memiliki banyak titik dimana akal merasa bimbang dan menyebabkan seseorang tersandung. Namun cinta membuat keraguan meluntur dan mempertahankan keimanan akan jalan menuju Allah Swt.

Nha, menarik ya belajar tentang harmoni keinerja akal dan cinta. Kita tak mungkin hidup normal tanpa akal, juga tak bisa menikmati indahnya kehidupan tanpa cinta. Kadang cintalah yang membuat keadaan seakan tak terkendali, tapi akal mulai menata lagi kehidupan menjadi lebih baik. Kadang akal terlalu perfeksionis, namun cintalah yang membuatnya membumi. Kadang akal berkata tak mungkin, dan cintalah yang menjadikannya mungkin.
Maha suci Allah yang memberikan kedua hal itu, agar manusia hidup dalam keseimbangan (tawazzun). Mari mengasah diri agar lebih baik dan tepat dalam menempatkan kapan akal dan cinta harus dimenangkan dalam hidup ini.

Referensi:
Cinta Abadi Para Kekasih Allah, karangan: Faqir Zulfiqar ahmad Naqshbandi, terbitan: Penerbit Marja’, tahun 2002
Rabi’ah Al-Adawiyah Jaln Spiritual Sang Pecinta, karangan: Abdul Mun’im Qandil, terbitan: Citra Risalah, tahun 2013


Artikel ini telah dimuat di Annida Online
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar