Minggu, 14 Juni 2015

Yuk, Singgah ke Taman Baca "Pelangi Cita"



Awalnya taman baca ini berdiri hanya dengan modal nekat sekitar tiga setengah tahun lalu. Saat itu kami baru saja pindah dari kota ke sebuah desa, yaitu Desa Sendang, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara. Buku-buku yang kami miliki juga kami bawa pulang ke desa. Ternyata jumlah buku-buku itu lumayan juga, ada beberapa kardus. Karena ada beberapa perabot termasuk lemari buku yang kami tinggalkan di rumah lama, termasuk lemari buku, maka buku-buku itu tidak mendapat tempat yang layak di rumah yang baru kami tempati. Akhirnya terpikir untuk memesan rak buku yang bentuknya seperti di toko buku (Agar bagian muka buku kelihatan). Tujuannya, siapa tahu nanti ada beberapa anak atau orang dewasa yang tertarik dengan kover buku-buku itu dan meminjam buku kami. Ya, sebenarnya memang dari dulu sudah ada keinginan untuk mendirikan sebuah taman bacaan, tapi belum pernah terlaksana. Nha, sepertinya kami harus segera memulainya. Apalagi di desa yang kami tempati belum ada perpustakaan atau taman bacaan. Jadilah kami memesan dua rak pajang. Maka cerita tentang warna-warni taman baca ini pun dimulai.
Rak pajang kami letakkan di ruang tamu, kami atur agar kelihatan dari jalan. Sambil harap-harap cemas dan mulai mereka-reka strategi agar ada yang mau pinjam (terus terang waktu itu tidak pede). Harapan kami, anak-anak SD yang banyak lewat di muka rumah akan tertarik dengan pajangan buku-buku tersebut. Sengaja bagian yang kelihatan kami pasang buku-buku anak dengan gambar yang lucu dan warna-warni. Tentu saja sambil berdoa semoga niat baik kami dipermudah. Dan ternyata satu dua anak mulai bertanya, “Apakah boleh lihat-lihat?” “Apakah boleh pinjam?” “Apakah ini dijual?” dan sebagainya. Dengan senang hati kami mengatakan bahwa ini taman baca dan buku-bukunya boleh dipinjam dengan gratis. Satu, dua tiga, hingga pernah dalam satu hari pernah ada sekitar tujuh puluh peminjam datang ke taman baca. Walau kewalahan tapi bahagia sekali, cita-cita untuk membuat taman baca mulai terealisir.
Taman baca ini mulai dikenal dari mulut ke mulut, hingga anak-anak dari desa lain juga berdatangan ke sini. Kami pun mulai memesan stempel dan membuat kartu anggota seadanya. Taman baca ini kami namai Taman Baca “Pelangi Cita”. Artinya di taman baca ini menawarkan bacaan-bacaan yang membuka wawasan pembaca terutama anak-anak dan remaja, yang akan memberi inspirasi untuk melihat bahwa di dunia ini begitu banyak cita-cita yang bisa mereka pilih.

Waktu berjalan, taman baca mengalami pasang surut. Kadang banyak yang datang, kadang juga sedikit sekali. Kami sempat mendapat bantuan beberapa buku dan karpet dari KKN UNDIP yang kebetulan kebagian tempat di Desa Sendang. Kami juga dibantu membuat inventarisasi buku-bukunya. Ada juga seorang teman yang memberikan sumbangan majalah Kartini, Femina, Sekar, Ummi, Paras, dan lain-lain hingga tiga kardus. Ada juga yang menyumbang majalah anak-anak. Beberapa bulan lalu juga sempat mendapat pembinaan dari kecamatan dan pihak Perpusda Jepara.
Saat ini sejak berdiri tiga setengah tahun lali, masih ada beberapa pengunjung setiap harinya. Apalagi saat ini posisi taman baca pindah ke Desa Purwogondo, sehingga ada anak-anak baru yang mulai aktif meminjam di Taman Baca “Pelangi Cita” ini. Kami juga melakukan penambahan buku terutama buku anak dengan biaya pribadi. Ingin sekali menambah buku-buku baru agar anak-anak tidak kehabisan bacaan. Jika kehabisan bacaan, pastilah taman baca ini akan sepi dan bisa-bisa tidak aktif lagi. Tapi kami hanya bisa menambah dengan jumlah semampunya, jika kebetulan di Kota Jepara sedang ada pameran buku murah atau kalau ada rejeki saya pesankan ke penulisnya langsung. Ada juga beberapa penulis yang sengaja mengirimkan buku-buku karyanya atau koleksi pribadinya untuk disumbangkan di taman baca kami, seperti Shabrina Ws, Sugi Hartati, Jazim Naira, Nurul Ikoma, Arini Tathaghati, Pak Edi Achiles (Eh, ini lewat penerbit Diva ding, nyumbang 100 buku, nggak main-main), Erik Kroncong, Nyi Penengah Dewanti, Lita Alifah, Avin Murtiningsih, dan lain-lain yang, maaf, mungkin belum sempat tersebut di sini. Tentu saja kami sangat senang dan berterimakasih yang sebesar-besarnya atas sumbangsihnya, semoga menjadi salah satu jalan untuk mendapatkan pahala yang mengalir dari Allah, Aamiin.
Kami masih ada, dan kami akan senang jika ada yang datang. Selain untuk anak-anak, sebenarnya persediaan buku-buku kami lebih banyak untuk dewasa baik buku-buku agama atau umum. Kami berharap bapak-bapak atau ibu-ibu di sekitar taman baca (boleh juga yang agak jauh) memanfaatkan kesempatan baik ini untuk mampir ke taman baca dan meminjaam buku di sini. Mbayar? Kami tidak tega. Yang penting kembali dalam keadaan utuh. Karena kami, pengurus taman baca ini, bisa nangis sedih kalau ada buku yang hilang atau tidak kembali.
Apakah kami juga masih menerima bantuan? Mmm.... jika ada yang ingin menyumbang pasti kami terima dengan senang hati. Kami lebih suka jika bantuan itu adalah buku-buku untuk anak atau remaja, karena saat ini kami sedang ingin membidik para remaja sabagai sasaran kami. Alasannya? Rasanya kami tak perlu panjang lebar njelasin ya? Karena masa remaja adalah masa bla bla bla bla bla dan bla bla bla bla.

Reaksi:

10 komentar:

  1. Mbaaakk, kok ga ada fotonyaa??
    Huhu, kangen pengen berkunjung ke Pelangi Cita

    BalasHapus
  2. tuh fotonya di samping kanan blog

    BalasHapus
  3. waaa...keren mba, barakallah ya mba ella, semoga makin banyak koleksinya, makin banyak yang baca aamiin :*

    BalasHapus
  4. Jadi tambah pengen bikin mbak. Aaah... Semoga agustus nanti masih ada dana tuk belanja buku bekas di Johar.

    BalasHapus
  5. mantaaap mbk bagus banget taman bacanya

    BalasHapus
  6. semoga makin maju taman bacanya mba..

    BalasHapus
  7. aaach seru niatnya, semakin lengkap ya koleksinya

    BalasHapus
  8. Aku pengen ke sanaaaa

    di desaku baru rencana buat perpus mbak, ikut nyumbang dikit2 jg sih. Smoga berkah

    BalasHapus
  9. sukaaa.... bikin ngiri mbak, masih mikirin tempat

    BalasHapus