Minggu, 17 Januari 2016

Akar Seribu, Apaan Tuuh...?!

Sebenarnya Jepara meiliki banyak tempat wisata yang oke punya buat dikunjungi. Salah satu di antaranya adalah tempat wisata Akar Seribu. Terletak di perbukitan di daerah Plajan, Pakis Aji, Jepara, tempat wisata ini memiliki keelokan yang mengagumkan, juga unik. Mendengar kata Akar Seribu, pastilah terbersit dalam benak kita tentang pohon dengan seribu akar. Ya, memang demikian adanya. Disebut Akar seribu karena di sana ada sebuah pemandangan berupa pohon besar dengan akar akar gantungnya yang mengelilingi badan pohon itu sendiri.
Melewati jalanan yang naik turun dengan pepohonan, jurang, serta persawahan yang ada di kanan kirinya, membuat perjalanan menuju kawasan Akar Seribu menjadi tak terlupakan. Eksotik, sejuk, menawan, meski ada sedikit nuansa mencekam khas hutan. Setelah menikmati pemandangan cantik mencekam tersebut, tibalah kami di tempat wisata Akar Seribu. Pemandangan yang didominasi olek pepohonan tinggi menjulang menjadi titik perhatian pertama yang mengundang decak kekaguman. Sebelum memasuki tempat wisata, di seberang jalan kita bisa melihat pemandangan indah berupa persawahan, sungai, perkampungan, masjid yang terlihat mungil nun jauh di sana, yang terkemas dalam sebuah penorama bernama jurang. Ya, keindahan itu bisa kita kita temukan nun jauh di bawah sana. Cukup memesona bagi para penggemar fotografi untuk memuaskan dahaga memburu gambar gambar indah di tempat ini.

Memasuki tempat wisata, kita akan melewati jalan bertangga. Naik, naik, dan naik. Dengan pepohonan dan semak belukar di kanan kiri. Suara jengkerik pun tak henti menemani langkah kaki. Seperti hutan. Ya, memang ini adalah hutan yang kemudian dijadikan tempat rekreasi. Kita bisa menemui beberapa gazebo yang bisa gunakan untuk sekedar duduk beristirahat atau untuk makan bersama keluarga atau rombongan. Di antara gazebo satu dan yang lain, ada sarana bermain anak anak sederhana, seperti ayunan, tangga gantung, dan lain lain. Hanya saja, saat tulisan ini dibuat, belum ada pagar pengaman di pinggiran area istirahat dan bermain tersebut. Alangkah lebih baik, bila dibuatkan pagar yang mengelilingi area tersebut, karenaetelah batas pinggiran, di bagian bawah lumayan curam. Ya, karena daerah ini adalah semacam lembah yang memiliki kontur tanah yang tinggi rendah. 



Tentang nama Akar Seribu, memang ada sebuah keunikan di tempat ini yang merupakan pusat magnet bagi pecinta alam, yaitu keberadaan akar seribu itu sendiri. Seribu akar gantung yang mengelilingi pohon karet yang memang menyedot perhatian karena terlihat sangat unik dan langka. Konon, pohon karet ini ditanam seorang laki laki pada tahun 1931 oleh Bapak Sumani saat berusia 1 tahun dengan tujuan untuk mencegah tanah longsor. Pemandangan seribu akar ini nampak menojol dan berbeda dari pepohonan lainnya.
Jika kita mau naik lebih ke atas lagi, akan kita temui empat situs wisata lain yang masih satu paket dalam hutan wisata akar seribu ini, yaitu: Petilasan Ki Kerto Guno dan Ki Nur Seto, Tebing Kepodang, Gowok Macan, dan Tebing Beringin. Sepertinya agak seremm ya jika melintasi atau menyinggahi petilasan dua tokoh masyarakat tersebut. Tebing Kepodang, Gowok Macan, dan Tebing Beringin, kami belum sempat singgah di empat tempat tersebut. Selain karena untuk mencapainya harus berjalan lebih naik lagi dengan jalanan yang masih berupa tanah basah (kebetulan saat ini musim hujan), juga karena...tiba tiba saja sedikit musibah menimpa kami, lebih tepatnya saya, penulis catatan perjalanan wisata ini. Saat mengambilkan makan dan minum anak anak yang sedag bermain, kaki saya terkilir saat turun dari gazebo. Alhasil saya tak mampu menahan keseimbangan karena kaki keseleo tersebut, tubuh saya terjerembab dan piring serta tempat minum di dua tangan saya jatuh berantakan. Piring pecah berkeping keping. Padahal.... hati masih ingin melacak lebih jauh lagi.
Meski tak bisa menikmati semua paket wana wisata ini, tapi hati lumayan terpuaskan. Indah...indah... dan indah.... dan, inginnya suatu saat akan kembali lagi ke tempat ini. Oya, hampir lupa, saat kami ke sana, tiket masuk hanya tiga ribu rupiah perorang. Murah meriah bangeeeet. Oke, selamat menikmati pemandangan lewat gambar yang saya unggah ya.... walau agak sayang, kamera yang saya pakai kurang memberikan hasil yang maksimal. Tapi dengan melihat gambar gambar di sini, saya harap kalian semua jatuh hati dan berminat mengunjuni tempat wisata di Jepara ini.
Oya, di sekitar Wana Wisata Akar Seribu ini masih ada tempat wisata lain yang masih berada di kawasan Desa Wisata Plajan, yaitu: Museum Gong Perdamaian Dunia dan Goa Sakti. Nantikan tulisan berikutnya tentang tempatempat unik itu ya....Salaam.

Reaksi:

11 komentar:

  1. Kasih gambar mbak biar lebih keren :-D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini dah berhasil upload gambar ya....

      Hapus
  2. iya, ini sudah ada gambarnya :)

    BalasHapus
  3. Aku ke Gongnya, tau tpt ini tp blm ke sana, hihih

    BalasHapus
    Balasan
    1. aiih....buruan sblm tiket masuk naek, hehe

      Hapus
  4. Menarik tempat wisatanya. Semoga suatu saat ada kesempatan ke Jepara. Belum pernah soalnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo ke Jepara. ntar mampir rumah saya... :)

      Hapus
  5. tahunya Jepara cuma pantainya saja hahaha, padahal sering dikirimi foto kakak yg hunting di hutan karet. Deket situ nggak sih mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, sekitaran situ lah....
      mmg byk pantai juga.

      Hapus
  6. Aih keren tempatnya saya pengen bnget aja anak berpetualang ke hutan kyk gini

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya.... dan di sekitar situ msh ada bbrp tempat wisata. gak rugiiii!

      Hapus