Sabtu, 19 Maret 2016

Kutangkap Senja Bersama Indah Bendungan Mbung Pes yang Sederhana

sampai tempat tujuan langsung action

Sore itu, aku dan anak anak melaju menuju rumah Ibu Yanti, Ibu Guru Najwa (anak pertama, kelas  SD), untuk bimbingan LCC. Rumah Ibu Yanti ada di Desa Gerdu. Perjalanan jadi menyenangkan karena kami melewati persawahan nan hijau. Sejuk sekali udara sore yang cerah ini. Meski jalan yang harus dilalui sepeda motor tidak bisa dikatakan mulus, banyak joglangan di sana sini (meski barusan ada perbaikan jalan dengan dicor), tetapi tak membuat kami enggan. Justru makin mengesankan. Memang agak aneh sih, entah mengapa yang dicor hanya sebagian jalan, dan sebagian yang lain dibiarkan masih rusak. Padahal ...padahal.... (bingung bagaimana meneruskannya)
Oke, singkat cerita, kami tiba di rumah Ibu Yanti. Setelah disambut dengan ramah dan membuat kesepakatan jam jemput, aku dan anakanak tak langsung pulang. Kebetlan, rumah Bu Yanti dekat sekali dengan sebuah bendungan bernama Bendungan Karet Welahan Bum, atau lebih populer disebut Mbung Pes. Unik  ya namanya...! Iya, nama itu memang sesuai dengan keadaan bendungan tersebut. Jadi, sistem pembuka dan penutup pintu air di bendungan ini memakai karet. Lembaran karet berwarna hitam lebar dan tebal yang sekilas mirip ban dalam mobil raksasa itu. Nha, ketika sedang butuh air, ban karet akan diisi udara dan menggembung sehingga pintu air tertutup. Ketika ban tersebut mengmpis, maka air jalan pintu air akan terbuka lagi dan air bisa mengalir keluar melalui pintu air tersebut. Itu sekilas yang saya aku tahu sih...lebih lengkapnya bisa browsing ya...hehe.
Senja sederhana yang indah


Senangnyaaa anakanak (adik adik najwa, namanya Sadid dan Azka) ketika turun dari motor. Apalagi segerombol kerbau menyambut kami. Eh...maksudnya mereka akan dimandikan oleh penggembalanya di air bendungan itu. Anak anak memang jarang sekali melihat kerbau, apalagi yang begitu banyak, satu erte kali. Maunya sih ambil gambar kawanan kerbau dengan jarak dekat. Tapi.... mesti turun ke bawah sana, ogah ah! akhirnya kami jalan menuju bagian atas bendungan yang berpagar (entah apalah istilahnya tempat ini), disamping pintu air. Wow...amazing! Hampir sunset, belum sunset sih...Tapi lumayan menarik buat diambil gambar. Maka, jeprat jepret pun lanjut. Hasilnya mungkin kurang bagus karena pakai kamera hape yang sederhana. Anakanak pun tak lupa
beraksi di depan kamera.
Kutangkap senja bersama rindu selalu


Eh...ada abang tukang mancing! Deketin, ah... Tanpa ba bi bu atau rasa sungkan sedikit pun, Sadid dan Azka langsung ngajak ngobrol dan ikut sibuk disamping abang mancing itu.
Aku suruh agak menjauh, nggak mau mereka! Hmmm....
Ada rasa khawatir, kalau kalau tubuh mungil mereka melesat ke bawah melalui pagar yang kelihatannya savetynya kurang itu.
Terpaksa sambil tetap waspada, aku melihat saja aksi mereka.
Eh, si abang dapat banyak ikan lho. Pinter sekali tuh abang. Iseng iseng aku nanya,
 “Itu bahan buat mancing dari apa sih?”. “oh...dari tempe Bu”
“???”
“Tempe diuleg, campur tepung,”
“Ohh...gitu.”
Hahaha, aku juga baru tahu kalau tempe bisa jadi bahan baku buat mancing ikan. Kupikir cuma cacing yang memonopoli bahan baku permancingan. Ilmu baru... Eh, tapi aku jadi inget dulu waktu KKN (jaman aku masih gadis, teman KKN mau mancing nguleg mie instant dulu. Dikasih air dikit...dibulet bulet kecil, jadi deh. Kreatif juga ya...



Lalu..?
Oke, kembali ke Bendungan Mbung Pes.
Indahnya, indah. Tapi...ada yang mesti dibenahi kalau mau menjadikan bendungan ini jadi objek wisata beneran. Kebersihannya terutama. Memang aku tidak terlalu menyebutkan yang muluk tentang bendungan ini, tapi kalau untuk cuci mata, refreshing, dan nyenengin anak anak gratisan, boleh juga lah ya...
Wah, sudah gelap. Kayaknya harus balik, jemput Kakak Najwa di rumah Ibu Guru, terus pulang. Perjalanan dengan jalan aspal yang begini begono membuatku kuatir kalau harus pulang sudah gelap.
Oke....kapan kapan inshaallah kami akan kembali ke sini, bye...Mbung Pes... J





Maka, selamat tinggal.....senja

Reaksi:

5 komentar:

  1. Ternyata sdh banyak perubahan mengenai lokasi ini ya mbak... sungainya lbh besar.

    BalasHapus
  2. hallo... desita rumahnya mana say? aku malah kurang tahu kalau itu udah berubah. Jarang ke sana soale...hihi

    BalasHapus
  3. Aku juga seneng cari tempat asyik & gratis gini. hihihi... pernah di sini beberapa kali tpi cumasebagai jalan alternatif menuju Demak. Ayo piknik bareng Mbak... asyik lho

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya pengen piknik bareng. pokoknya waktunya gak tabrakan sama kepentingan lain, mbak...

      Hapus