Senin, 28 Maret 2016

Mari Menggapai Kemenangan



Hidup, sesungguhnya tidaklah sulit-sulit banget. Tetapi juga tidak bisa dianggap mudah sekali.  Manusia hidup tak mungkin tanpa masalah. Dari yang masalah sepele hingga yang gedhe. Dari masalah tentang diri sendiri hingga yang berhubungan dengan banyak orang. Semua itu jika dihadapi dengan nafsu, hasilnya pastilah tidak baik. Sebaik- baik menghadapi masalah adalah dengan ilmu. Maka, walau masih muda, wajib hukumnya selalu mencari ilmu terutama ilmu agama. Karena dalam ilmu agama terkandung tuntunan kehidupan yang amat berharga, dan tentu saja berguna. Apalagi untuk kaum remaja yang seringkali labil alias galau dalam bersikap.

Ada sedikit pedoman yang perlu kamu-kamu ketahui dalam bergaul. Bergaul, sudah pasti berhubungan dengan manusia lain. Bisa teman, saudara, guru, juga ortu. Karena tiap orang memiliki pikiran dan perasaan yang tidak selalu sama satu dengan lainnya, setingkali terjadi gesekan-gesekan karena ketidaksamaan ide tadi. Biasanya hal ini bisa diatasi jika ada usaha dari masing-masing pihak yang bersangkutan untuk saling memahami, mengerti, dan mau berkomunikasi dari hati ke hati.
Sepertinya gampang juga, ya? Tapi...pada  prakteknya, bicara dari hati ke hati, saling mengerti dan memahami itu tak semudah membalik telapak tangan. Apalagi jika menyangkut sikap.orang lain yang menyakiti kita, entah sengaja atau tidak. Apa yang sebaiknya kita lakukan ketika teman kita mendholimi kita?

Sahabat semua, ada tiga langkah praktis agar kita tetap berdiri sebagai pemenang di saat menghadapi situasi seperti itu, yaitu:
1. Menahan amarah
2. Memberi maaf
3. Berbuat ihsan setelah memberi maaf

Menahan amarah, kerapkali dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat. Menahan amarah memang suatu sikap yang perlu dilatih dan dibiasakan. Pada awalnya mungkin akan terasa sangat tidak nyaman, menahan sesuatu yang ingin tumpah dari dalam diri yaitu amarah tersebut. Rasa marah merupakan reaksi yang wajar dan manusiawi, yang bisa saja keluar menjadi kata-kata kasar atau mengumpat dari mulut kita sebagai respon yang kita berikan. Namun, apabila kita ingin menjadi pribadi yang menggapai kemenangan, maka sebaiknya berikan respon yang lebih bijak, yaitu dengan menahan amarah. Menahan amarah artinya mengalahkan nafsu. Ketika kita berhasil menguasai diri untuk tidak marah, maka kita akan merasa lebih nyaman dan lega, serta tidak menambah masalah baru. Tentu saja sikap menahan amarah akan lebih mendapatkan ridho Allah, terlebih akan lebih terpuji di mata manusia.

Tahap selanjutnya adalah memberi maaf. Memberi maaf sesungguhnya tingkatannya lebih sulit lagi setelah berhasil menahan amarah. Sesungguhnya orang yang dizalimi berhak memberi balasan setimpal atau memberi palajaran. Dan seorang yang memaafkan artinya memilih untuk tidak mengambil haknya itu. Maka Allah akan memberikan keutamaan dan kemuliaan bagi para pemaaf. Hal ini sesuai dengan Q.S. Al Baqarah 237, serta hadits nabi yang artinya:
"Tidak akan berkurang harta karena disedekahi, dan tidak ada seorang pun yang dizalimi memudian memberi maaf, melainkan Allah Swt. akan menambah kemuliaan dirinya." (HR Ahmad)
Sedangkan berbuat ihsan artinya tetap berbuat baik terhadap seseorang setelah kita memaafkannya. Seperti yang dilakukan Rasulullah kepada musuh-musuh yang telah beliau maafkan dan bertobat. Misalnya Abu Sufyan, sepupu beliau yang sangat keterlaluan dalam menentangnya. Ketika Abu Sufyan meminta maaf, maka atas petunjuk Allah beliau memaafkan. Abu Sufyan masuk islam, dan Rasulullah memperlakukannya dengan baik hingga menjadi salah satu sahabat yang selalu mendukung perjuangan islam.

Bagaimana Sobat muda? Ingin menjadi pribadi yang biasa-biasa saja atau setara dengan ash-shiddiquun ( tingkatan orang-orang yang benar keimanannya)? Memang tiga hal sederhana tersebut pelakasanaannya tidak mudah. Tapi..., dengan kemauan untuk melatih diri, Inshaallah kamu-kamu bisa menapaki tangga-kemenangan itu. Selamat mencoba...!
Tulisan pernah dimuat di annida online


Profil penulis: Ella Sofa, nama lengkap Irkhamna Faelasofa, penulis buku "Sembuh dari Minder n Pede Aja Kali!" terbitan Quanta Elex Media.
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar