Selasa, 22 Maret 2016

Pengorbanan dan keikhlasan


Pengorbanan... Entah lebih tepat disebut apa selain pengorbanan. Jika di suatu keadaan memaksa kita untuk merelakan hilangnya sesuatu yang selama ini kita nikmati. Bukankah itu sebuah pengorbanan? Lalu jika menyebut tentang kata pengorbanan kau dianggap tak ikhlas, jadi apakah ikhlas itu bukan suatu pencapaian yang perlu diperjuangkan? Apakah ikhlas itu sesuatu yang gampang tanpa perlu kesabaran? Lalu adakah predikat ikhlas didapat bila tak ada pengorbanan?
Betapa surga terlalu mudah diraih jika kata ikhlas tak perlu perjuangan atau pengorbanan. Ikhlas, nikmatnya terasa saat kita bisa meraihnya. Ikhlas itu saat kita merasa lega, rela, ringan, dan tak mempermasalahkan suatu hal yang menimpa kita,  atau saat kita kehilangan sesuatu,  atau mengalami kejadian yang dalam pandangan umum terlihat amat berat.
Dalam lain konteks, ikhlas berarti melakukan sesuatu hanya karena Allah. Jika niat karena Allah telah kita pegang, maka hati menjadi yakin dan ringan tanpa kuatir apapun penilaian orang. Dipuji ataupun dicela tak akan berpengaruh pada niat baik kita. Ikhlas itu tulus tanpa pamrih. Tapi...semudah mengucapkan definisi sajakah realisasi ikhlas itu? Tentu tetap perlu perjuangan,  melawan rasa keraguan hati karena godaan-godaan hati akan selalu ada di sekeliling kita.
Apa yang dilakukan pahlawan pejuang kemerdekaan juga sebuah pengorbanan. Apa sih arti pengorbanan? Apakah ketika seseorang berkata bahwa ia rela berkorban, artinya ia tidak ikhlas? Lalu bagaimana ada istilah ikhlas jika tidak ada pengorbanan?  Justru karena ada pengorbanan, seseorang belajar tentang apa itu sabar dan ikhlas.
Menurut saya, ikhlas adalah tingkatan tertinggi dalam sebuah pembelajaran kehidupan. Sekilas gampang saja diucapkan, dinasehatkan, "Asalkan ikhlas, semua masalah tidak akan jadi masalah." Halooo,  itu memang betul banget. Tapi,  begini. Untuk naik kelas, seseorang perlu diuji. Ujian kehidupan, ujian keikhlasan,  semacam itulah. Ketika seseorang telah menjadi orang yang ikhlas dengan keadaannya,  apakah penilaian Allah akan berhenti di situ, dan gelar ikhlas akan selamanya menjadi predikat orang itu? Untuk naik kelas, pasti ada pengorbanan. Anak sekolah harus belajar, mengorbankan waktu bermain agar lulus ujian. Apalagi untuk naik kelas di mata Allah. Untuk lulus dalam ujian kehidupan, pasti ada pengorbanan. Jika ujian itu hanya hal yang enak enak dan disukai, memang bukan pengorbanan namanya. Nah, masa untuk naik kelas seseorang diberi hal hal yang menyenangkan saja? Meski ada istilah ujian hidup berupa ujian kesenangan, misalnya berupa harta kekayaan yang melimpah, tetapi tetap  saja dalam melewati ujian agar lulus tetap perlu pengorbanan. Memberikan hartanya pada orang lain, yang pasti dalam pelaksanaannya ada saja godaan syetan agar seseorang merasa berat. Disitu perjuangannya, berkelahi dengan rasa pelit. Apakah itu bukan suatu pengorbanan?
Ketika seseorang dengan kesadaran mulai belajar memahami keadaan, bahwa untuk suatu kebaikan harus ada yang ia korbankan, apakah ia sudah bisa dianggap tidak ikhlas? Saya pikir, ketika ia berkata bahwa ia harus rela berkorban, ia dalam proses menuju ikhlas. Karena ikhlas itu sesuatu yang tinggi, tak mudah diraih.
Anda boleh berbangga hati karena telah menjadi pribadi yang ikhlas hingga bisa menilai orang lain tidak ikhlas dan tidak lebih baik dari anda. Tapi sekali lagi, apakah anda benar benar telah paham apa yang sedang dihadapi seseorang tersebut?
Jadi?
Seharusnya ketika kita telah melalui berbagai ujian hidup, dan telah ikhlas (jika bisa disebut ikhlas sih), kita tak akan mudah lagi merasa tahu apa masalah orang lain, dan menilai ikhlas tidak ikhlasnya seseorang. Lebih baik kita tengok lagi diri kita sendiri,  sudah benar benar ikhlaslaj kita dengan semua yang telah kita kerjakan? Begitu banyak tugas kehidupan yang harus kita selesaikan dengan ikhlas. Yuk, kita sibuk memperbaiki diri, dan tinggalkan membandingkan bandingkan orang lain dengan diri kita, karena belum tentu juga kita lebih baik. Belajar memaknai dan mengamalkan ilmu ikhlas, bagi saya, itu bukan hal mudah.
Bagaimana menurut anda?

Reaksi:

5 komentar:

  1. ikhlas..ituketika hati legowo..menerima segala sesuatunya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih udah berkunjung mbak novi.... Komennya sgt pas, thanks....

      Hapus
    2. Trimakasih udah berkunjung mbak novi.... Komennya sgt pas, thanks....

      Hapus
  2. Cieeeee tampilan blog baruuu ya mbak... selamaatt, semoga makin rajin ngeblog :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. he he....dibikinin om blogger n mbak blogger senior kita tercinta

      Hapus