Senin, 07 Maret 2016

Sareng Pajak, Bayar Pajak Mudah, Bisnis Makin Lancar

Jepara,  Hari Minggu tanggal 6 Maret 2015, bertempat di Gedung JTTC (Jepara Trade and Tourism Center) telah dilaunching sebuah program baru bernama Sareng Pajak. Sareng pajak singkatan dari Sharing Bareng Pajak, merupakan program kerjasama dari KPP Jepara, KADIN Jepara, serta UNISNU Jepara. 


Acara Launching Sareng Pajak di gedung JTTC Jepara

Sareng Pajak? Iya, sareng dalam bahasa Jawa artinya bersama, atau bareng. Sedangkan menurut kepanjangannya artinya tak jauh beda, yaitu sharing bareng pajak, berbagi bersama tentang apa dan bagaimana pajak yang sesungguhnya. Kenapa harus sharing tentang pajak? Karena tidak dapat dipungkiri bahwa andil pajak dalam pembangunan negara ini sangatlah besar. Kurang lebih 75% anggaran dana APBN di Indonesia terkover dari setoran pajak. Sehingga jelaslah bahwa pajak merupakan sumber pendapatan negara yang terbesar dimana larinya adalah untuk membiayai APBN (Anggaran Pendapatan  dan Belanja Negara) dengan sasaran kesejahteraan rakyat Indonesia. Namun, ternyata masih banyak warga negara yang belum paham arti penting pajak serta bagaimana cara memulai menjadi seorang taat pajak. Dengan alasan itulah, sharing tentang pajak menjadi hal yang amat penting dalam rangka sosialisasi pajak kepada masyarakat.
Andil pajak dalam kehidupan sehari-hari dengan mudah kita temukan. Sebut saja jalan raya, puskesmas, rumah sakit,  bangunan pasar, gedung sekolah, dan lainlain yang semua itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat luas. Kesemua fasilitas umum itu perlu pemeliharaan, perbaikan, pembaruan, maupun penambahan, yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan lingkungan  atau masyarakat setempat. Sehingga pasokan dana dari pajak tetap dan selalu dibutuhkan untuk melaksanakan pemeliharaan, perbaikan, pembaruan, maupun pembaruan tersebut.
Acara launching Sareng Pajak ini dimulai pukul  13.00 setelah sebelumnya diawali dengan makan siang bersama. Setelah pembukaan acara dengan bacaan basmalah yang dipandu oleh MC,  acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.
Sambutan pertama diberikan oleh Kepala KADIN (Kamar Dagang dan Industri) Kabupaten Jepara, Bapak Abdul Kohar. Menurut Bapak Abdul Kohar, pajak adalah kebutuhan kita bersama.
Sementara itu, Bapak Mohammad Imron selaku Dekan UNISNU Jepara yang memberikan sambutan ke dua, menjelaskan bahwa program Sareng Pajak adalah sebuah solusi, mengingat pajak adalah sumber terbesar pendapatan negara yang akan digunakan untuk pembiayaan APBN kita. Menurut beliau 3 pilar utama dalam mengusahakan lancarnya pelaksanaan pembayaran pajak adalah: Akademisi, Businessman, dan Government (ABG). 


Sambutan dari Bapak Ketua Kadin Jepara

Akademisi adalah kalangan mahasiswa yang sebaiknya ikut andil dalam sosialisasi pajak di masyarakat, karena akademisi dianggap kalangan yang terdidik, kritis, dan idealis, sehingga masyarakat akan lebih percaya. Dalam program Sareng Pajak ini, UNISNU mengerahkan mahasiswanya menjadi kader pajak yang siap standby untuk sharing tentang pajak di gedung JTTC ini, setiap hari Senin sampai Jum’at pada pukul 09.00 hingga 14.00.
Pilar yang kedua, Businessman, maksudnya adalah pelaku bisnis. Sasaran taat pajak memang banyak ditujukan kepada pemilik usaha/bisnis yang dalam aktivitas bisnisnya banyak menggunakan fasilitas umum, yang nantinya menghasilkan income bagi mereka. Mereka yang banyak memakai, menikmati hasilnya, sehingga merekalah yang wajib membayar pajak atas penggunaan jasa fasilitas umum tersebut.
Government, atau pemerintah sebagai pilar berikutnya. Sudah jelas bahwa pemerintahlah yang memiliki kewenangan untuk membuat kebijakan mengenai aturan aturan pembayaran pajak serta pengalokasian dana dari setoran pajak untuk hal-hal yang tepat guna. 
 
Sambutan dari Bapak Dekan UNISNU Jepara

Sedangkan Kakanwil  Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah 1, Bapak Dasto Ledyanto mengatakan bahwa sebenarnya pajak itu hal yang sederhana dan menyenangkan, tetapi masyarakat masih banyak yang menganggap pajak adalah hal yang menakutkan dan rumit. Apalagi sekarang telah ada cara online untuk membayar pajak, cara canggih dan praktis yang memperingan para wajib pajak dalam menyetorrkan pembayaran pajaknya. Untuk itulah program Sareng Pajak ini sangat tepat untuk diluncurkan.

Pada kesempatan berikutnya, sesi penjelasan tentang kegiatan-kegiatan terbaru pengembangan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah)  disampaikan oleh Bapak Rumail Abbas. Beberapa kegiatan pengembangan UMKM Jepara yang akan dilaksanakan adalah: 1. Direktory Online, 2. UMKM Center, 3. Seminar, 4. Kontes atau Lomba, 5. Pembuatan kalender. 

Penjelasan tentang pengembangan UMKM di Jepara

Directory online atau pembuatan website telah dilakukan, di mana masyarakat bisa mendapatkan informasi tentang UMKM  di Jepara secara detail dengan membuka website tersebut yang beralamat di www.muria.id yang sudah bisa dibuka mulai Bulan Maret ini.Kegiatan berikutnya adalah adanya UMKM Center yang bertempat di Gedung JTTC ini, di mana tiap bulan akan dilaksanakan  pelatihan di hari Sabtu-Minggu. Sedangkan untuk hari Kamis adalah hari Consulting, dan kegiatan pameran dengan waktu tentative.
UMKM juga akan andil dalam kegiatan Sareng pajak, dimana Sareng Pajak UMKM akan diadakan setiap bulan dengan mengundang 30 UMKM. Selanjutnya, jika masih belum tuntas permasalhan yang dibicarakan dalam Sareng Pajak, maka akan dilanjutkan pada kegiatan FDC yang juga mengundang 30 UMKM perbulan, di mana materi konsultasi adalah tentang: perpajakan, advokasi, pembayaran, dan bisnis kreatif. 
Setelah beberapa sambutan tersebut maka tibalah saatnya detik-detik peresmian diluncurkannya Sareng Pajak. Maka resmilah program Sareng Pajak dimulai di hari ini juga. Selanjutnya masyarakat bisa memanfaatkan Sareng Pajak di Gedung JTTC ini untuk berkonsultasi atau berbagi tentang hal seputar pajak dengan mudah.
Launching Sareng Pajak yang dihadiri ditutup dengan doa bersama, dan dilanjutkan dengan acara makan-makan buah khas Jepara, yaitu durian. Suasana menjadi lebih santai dan akrab. Tamutamu undangan dari berbagai kalangan tumplek bleg jadi satu mengerumuni deretan buah durian yang telah ditata di meja hidangan.
Begitulah acara launching ini berlangsung lancar dan menyenangkan. Diharapkan dari mulai diluncurkannya Sareng Pajak ini, kegiatan membayar pajak di Jepara menjadi lebih lancar serta image bahwa pajak adalah hal yang menakutkan akan meluntur seirng pemahaman dan kesadaran masyarakat.





Buah khas Jepara, durian sebagai hidangan penutup acara
Reaksi:

4 komentar:

  1. Wah... sudah jadi dan ulasannya lengkap...

    BalasHapus
  2. Senang sekali Blogger Jepara mulai diundang ke acara semacam ini. Semoga semakin banyak yang mengakui eksistensi kita ya mbak.

    BalasHapus
  3. iya, aamiin.... senang banget bisa ikutan kemaren

    BalasHapus