Jumat, 26 Mei 2017

Festival dan Event di Singapura? Seperti Apa Sih?



         Singapore nggak cuma punya berbagai destinasi wisata yang beragam, tapi juga ada banyak festival dan acara tahunan yang membuat negeri ini semakin menarik. Agenda tahunan ini bisa masuk list wisata kamu ke Singapore biar liburanmu nggak begitu-begitu saja.

Mid Autumn Festival

foto:weekendnotes.com

         Festival ini diselenggarakan oleh etnis China di Singapore untuk merayakan kebersamaan dengan keluarga dan memanjatkan syukur pada Dewa-Dewi di Khayangan. Kunjungilah kawasan Chinatown pada bulan Oktober, lihatlah betapa meriahnya festival yang penuh dengan lampion dan kue-kue bulan.

Grand Prix Formula 1

         Ajang balapan ini selalu ditunggu para penggemar yang biasanya datang dari seluruh penjuru dunia. Jadwal setiap tahun berubah, mengikuti jadwal dari Formula 1 pusat, namun bisa kamu cek lewat website resmi kapan ajang balapan ini bakal diadakan.
         Yang menarik dari balapan di Singapore adalah jalur lintasannya yang berada di tengah kota. Jalur ini tidak hanya menarik untuk dilihat, tapi juga memberikan tantangan tersendiri bagi pebalap sehingga pertandingan jadi lebih seru untuk dinikmati.

Festival Perahu Naga


 foto:wisatasingapura.web.id

        Setiap tahun Singapore mengadakan festival perahu naga yang diikuti oleh banyak peserta dari berbagai negara. Genderang yang ditabuh selama tim mengayuh perahu dengan sekuat tenaga menjadi hiburan menarik yang tak akan terlupakan.

Great Singapore Sale

        Bagi pecinta shopping, event ini adalah yang paling ditunggu. Selama festival berlangsung, diskon bertebaran di seluruh penjuru Singapore, mulai dari barang branded sampai oleh-oleh yang bisa kamu dapatkan dengan harga super murah.
        Siapkan mental dan isi dompet selama Great Singapore Sale, jangan sampai kelewatan penawaran menarik yang sudah pasti diburu banyak orang dan kemudian menyesal karena barang yang diincar habis dibeli.

Singapore Food Festival


 foto:hanoifreewalkingtours.com

      Acara ini biasanya berlangsung di bulan Juli, tepat ketika masyarakat Indonesia menikmati liburan akhir sekolah. Kalau kamu liburan di sana pada momen Singapore Food Festival, siapkan perut agar bisa menampung semua makanan yang tersedia di lokasi acara.
       Ratusan menu ditawarkan oleh puluhan gerai yang mengikuti festival ini. Dan beberapa makanan tidak akan kamu temui kecuali di Singapore Food Festival, karena memang hanya dikeluarkan pada musim tertentu.

Singapore Night Festival

     Salah satu festival unik yang diselenggarakan di Singapore adalah Night Festival. Seperti namanya, festival ini meriah ketika malam tiba, semua peserta dan pengujung akan memenuhi jalanan dan membuat suasana jadi ramai.

Marina Bay Countdown

 
 foto:esplanade.com

      Tepat di malam pergantian tahun, Marina Bay selalu menyelenggarakan pesta kembang api dengan sajian yang spektakuler. Dengan pemandangan yang indah di tepi laut, ratusan kembang api cantik dilontarkan ke langit menjadi penanda pergantian tahun lama ke tahun yang baru. Dijamin, malam tahun barumu akan lebih berkesan dengan kembang api cantik di Marina Bay.

Murah Kok

      Liburan ke Singapore itu murah kok, cukup dengan paket wisata Singapore dari Traveloka, kamu akan mendapatkan diskon untuk tiket pesawat dan hotel tempat menginap. Dengan paket wisata Singapore, kamu bebas memilih untuk naik maskapai apa dan menginap di hotel mana yang sesuai dengan keinginan.
        Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa cek paket wisata Singapore 2017 di Traveloka. Ada banyak destinasi lain yang bisa kamu kunjungi dan membuat liburanmu jadi lebih menyenangkan.
Memilih paket perjalanan adalah pilihan pintar untuk menghemat biaya dan menyingkat waktu. Ditambah dengan kemudahan dan harga murah yang ditawarkan Traveloka, apa masih ingin memilih paket wisata yang lain?

Sabtu, 20 Mei 2017

Yang Kecil yang Menguatkan Hati (Tentang Taman Baca)





        Saat itu, di siang yang cukup menyengat, kami sempatkan mampir ke gerai pameran buku yang digelar sebuah penerbit besar. Kami masih tinggal di Sidoarjo waktu itu, sedangkan pameran ada di Surabaya. Sembilan tahun yang lalu itulah saat pertama di mana saya membayangkan sebuah taman bacaan. Saya jatuh hati pada buku-buku anak bergambar serta buku motivasi remaja yang dijual dengan harga obral waktu itu. Saya yang sebelumnya sangat jarang membeli buku, tiba-tiba ingin memborong banyak buku. Maka menjadi penuhlah tas kresek yang saya bawa dengan sejumlah buku pilihan saya. Hati saya berbunga-bunga membawa pulang oleh-oleh buku.

         Di sepanjang jalan saya membayangkan betapa sukanya anak-anak bila membaca buku-buku itu. Bukan hanya anak saya (karena anak saya masih satu), tapi juga anak-anak tetangga atau siapapapun yang mau saya pinjami buku-buku itu. Saya masih ingat, buku anak yang membuat saya jatuh hati waktu itu adalah buku cerita bergambar untuk balita dari Dar! Mizan dengan ilustrasi yang dibuat Kang Nonoy. Lucu dan imuuut banget. Sampai-sampai saya punya bayangan ingin membuat buku dengan ilustrasi yang serupa. Begitu juga untuk buku motivasi remaja, saya sampai ada bayangan juga untuk suatu saat menulis buku serupa. Ahaha… saya terlalu muluk ya.

         Dari momen itu, tak langsung kami buka taman bacaan sih. Buku-buku itu saya tabung dulu di lemari, Sambil sesekali kalau anak-anak tetangga bermain di rumah, saya keluarkan buku itu agar mereka mau membacanya, sekaligus merangsang anak saya agar suka membaca. Ohya, saya ingat, waktu itu Najwa yang belum bisa membaca, sampai hafal setiap kalimat yang ada dalam sebuah buku komik anak yang sering saya atau suami bacakan untuknya. Kalu tidak salah ceritanya tentang ulat bulu. Ia dengan pedenya ikut “membaca” dengan suara lantang bersama dengan teman-temannya yang memang sudah pada bisa bisa “membaca”. Ia memang paling kecil dan belum bersekolah, semenara teman-temannya kebanyakan sudah bersekolah.
Tak banyak buku yang saya punya, juga tak begitu banyak pula anak-anak yang saya pinjami buku. Makanya saya belum merasa bahwa saya memiliki taman baca. Tapi saya sudah sangat senang melihat mereka berakrab dengan buku dan membacanya rame-rame. Suara riuh mereka justru mendamaikan hati.
           Waktu berjalan, seiring dengan bertambahnya buku-buku yang kami beli. Suami suka membeli buku-buku tentang agama. Dia juga suka membelikan saya majalah Ummi. Saya yang nota bene ibu rumah tangga di rumah, cukup terhibur dan bertambah wawasan dengan adanya majalah- majalah itu. Saya masih memupuk mimpi suatu saat berani membuka dan menamai taman baca saya.
Dan ketika takdir mengatakan bahwa kami harus pulang kampung….

Entri yang Diunggulkan

[Catatan Ramadhan ke Dua] Inilah Kisah Dibalik Terbitnya Novel Terbaruku: "Serpihan Asa"

        Alhamdulillah… menulis lagi di blog. Alhamdulillah… kali ini aku ingin sedikit bercerita tentang novel terbaruku yang terbit sebaga...