Jumat, 02 Juni 2017

Ramadhan Sehat Alaku, Semoga Tak Berlalu Begitu Saja

Ramadhan, bulan yang dinantikan setiap muslimah. Ada beberapa keajaiban yang saya rasakan ketika Ramadhan tiba. Untuk kegiatan sehari-hari saja, banyak hal yang terasa plus dibandingkan hari- hari biasanya. Tiba-tiba semangat masak menggeliat, masak di tengah malam menyiapkan sahur, masak di sore hari menyiapkan buka puasa, masih ditambah dengan cemilan atau minuman segar. Tiba-tiba juga semangat untuk membaca Alqur'an meningkat berkali lipat. Tiba-tiba semangat beramal bertambah-tambah, dan tentu saja semangat sholat berkobar begitu hebatnya sehingga tak mau ketinggalan sholat tarawih dan witir setiap malam.

Jika dinalar, sepertinya dengan seabreg kegiatan Ramadhan itu tubuh akan  kecapekan dan sakit. Tapi alhamdulillah... yang agak mengganggu sepertinya hanya rasa kantuk saja. Tapi bisa dilawan ketika kita sudah tenggelam dalam pekerjaan. 

Ketika Ramdhan, ada beberapa hal yang paling penting bagiku untuk dilakukan, yaitu minum air putih yang cukup ketika sahur. Hal ini penting agar ketika masuk waktu puasa, kita tidak mengalami dehidrasi sehingga merasa kehusan. Rasa haus ketika puasa tentu akan terasa berat. Buah-buahan dan sayuran juga sangat penting untuk menjaga kesegaran tubuh di siang hari. Ohya, sedapat mungkin kami menghindari kopi, karena bersifat diuretik, yaitu lebih cepat menimbulkan dehidrasi melalui keluarnya urin. Memang sih, teh hangta masih tetap kami konsumsi, tapi ssst... sebenernya itu juga tidak dianjurkan, karena sifat teh sama dengan kopi. Untuk mengimbangi, maka kami menganjurkan untuk minum air putih yang banyak. 

Porsi makan juga jangan terlalu berlebihan terutama untuk  karbohidrat dan minuman manis, karena kelebihan gula dan karbohidrat untuk usia dewasa juga memiliki resiko terjadinya meningkatrnya gula darah, juga bisa menyebabkan lemas di siang hari. Ohya, lebih baik menyantap makanan manis berupa buah-buahan, seperti kurma yang disunnahkan oleh rasul. Ohya... di rumah, kami lebih suka bersahur di saat mendekati waktu imsyak. sunnah nabi kita dianjurkan melakukan itu, tentu saja ada alasannya. Dengan sahur dekat waktu imsyak, kita akan kenyang lebih lama di saat masuk waktu puasa, juga menjaga agar kita tak tertidur kembali setelah puasa dengan langsung mengerjakan sholat subuh dan dilanjutkan aktivitas berikutnya. Tidur setelah makan sahur tidak baik bagi kesehatan tubuh. Dan aku sendiri merasa, jika ketiduran setelah sahur, pasti bangunnya akan terasa nggak enaak banget di badan ataupun mulut. Minum suplemen ketika sahur bisa juga dilakukan untuk menjaga stamina, tetapi ketika asupan makanan pas, seperti cukupnya buah dan sayur, maka mengkonsumsi suplemen rasanya tidak terlalu dibutuhkan.

Pekerjaan utamaku sebenarnya adalah di lapangan, artinya sering terpapar sinar matahari.
 Tapi karena puasa, maka bulan ini untuk kegiatan luar diminimalkan, diganti dengan kegaitan lain yang bisa dilakukan di dalam ruangan. Berada di terik matahari  berlam-lama memang tidak dianjurkan, karena pastinya menimbulkan tubuh dehidrasi dan menjadi kehausan. Terlalu banyak aktivitas fisik juga bisa merangsang rasa lapar. Maka, usahakan bisa memperhitungkan diri apakah pekerjaan yang dilakukan terlalu memberatkan ataukah tidak. Bukan berarti lebih baik bermalas -malasan, tapi mempertimbangkan kapasitas diri demi ibadah puasa yang nyaman juga tidak salah.

Ohya, karena di malam hari mata kita lebih banyak terbuka dari pada malam-malam biasanya, maka di siang hari kita dibolehkan mengganti waktu istirahat dengan tidur sebentar. Waktu terbaik untuk tidur di siang hari adalah setelah sholat dhuhur. Tapi karena jam pulang kerjaku seetengah dua sampai jam dua, maka aku tidurnya ya sehabis pulang kerja itu. Pokoknya pulang kerja tidur dulu sebentar, agar tubuh tidak kelelahan dan sakit. Karen aku pernah tidak sempat tidur siang, malamnya sangat terasa capek dan akhirnya tubuh jadi loyo saat sholat isya dan tarawih.

Ketika buka puasa, suamiku selalu mimun dan makan kurma dulu, lalu sholat maghrib ke masjid. setelah selesai sholat maghrib, baru ia menyantap makanan utama. Kalau aku sih langsung makan nasi, tapi sedikit saja, karena sambil nemenin anak yang masih belajar ibadah puasa. Mereka pengennya langsung makan aja begitu masuk waktu berbuka. Porsi makan untuk buka juga tidak banyak-banyak, karena untuk jaga-jaga saat sholat tarawih. Makan terlalu banyak akan membuat perut terasa penuh, tentu tidak nyaman untuk sholat dengan banyak jumlah rakaatnya itu. Juga.... jangan lupa, kalau makan terlalu banyak, maka resiko kentut banyak juga bisa terjadi. Nha... mosok enak sih sholat tarawih dengan kentut berkali-kali...? Hihihi...

Olah raga waktu puasa sebaiknya dilakukan nggak sih?
Menurut yang aku baca sih, olahraga tetap penting di waktu puasa agar tubuh tetap bugar. Waktunya kapan? Ambil waktu yang aman aja, seperti ketika akan sahur atau ketika akan berbuka yaitu di sore hari. 

Eh... satu lagi. Selain karena aku sensitif terhadap makanan gorengan, begitu kena gorengan langsung ehem ehem, menghindari gorengan saat berbuka atau sahur penting. Bolehlah, tapi sedikit saja. Makanan yang terlalu pedas juga sebaiknya dihindari atau jangan banyak-banyak lah. Hal ini untuk menjaga kenyamanan pencernan saat jam-jam puasa.

Hmm... puasa, indah terasa. Bahkan ketika telah sampai di penghujung menjelang hari raya, rasanya ingin agar puasa tidak segera berlalu. Maka, sebaiknya memang semangat Ramadhan tak berlalu begitu saja dari hari-hari kita. Idealnya kita tetap melanjutkan semangat puasa dengan menjalankan puasa sunnah Sawal, kemudia dilanjutkan lagi dengan ibadah puasa sunnah lainnya seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Daud sekalian. Tahun kemarin, saya gagal melaksanakan puasa senin kamis rutin, banyak godaan hahaha (eits... astaghfirullah...). Oke, semoga tahun ini aku bisa puasa sunnah senin kamis rutin. Agar nuansa puasa ramadhan tak berlalu begitu saja. Iya, semoga setelah ini aku bisa menjadi pribadi yang lebih baik..aamiin

Kayaknya catatanku tentang puasa cukup segini dulu ya.... pengennya sih nanti bisa lanjut dengan cerita puasa lainnya. Agar sensasi-sensasi puasa kali ini bisa terabadikan dan terekam dengan baik, sehingga sewaktu-waktu bisa kubaca-baca lagi, atau bisa menginspirasi orang lain. Alhamdulillah bisa nulis ini...semoga bermanfaat...




Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar