Ceritaku Tentang Jepara yang Lebih Sehat (Edisi Kesehatan Lingkungan)




Pernahkan Anda mendengar istilah STBM?. STBM singkatan dari Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Apa maksudnya? STBM adalah sebuah pendekatan dalam rangka pemberdayaan masyarakat menuju kesadaran dalam menciptakan lingkungan hidup sehat. Tujuan utama dari STBM adalah membentuk masyarakat yang menerapkan hygiene dan sanitasi lingkungan yang sehat dengan kesadaran sendiri, sehingga penularan penyakit-penyakit berbasis lingkungan bisa diminimalisir atau diputuskan mata rantainya. Dengan begitu taraf kesehatan masyarakat semakin meningkat dan kualitas hidup menjadi lebih baik.

sumber: sehatnegeriku.kemkes.go.id

Pendekatan STBM ini diluncurkan melalui Kepmenkes No 852 tahun 2008 tentang Strategi Nasional STBM, dan diperbarui dengan Permenkes No 3 tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Gambaran lebih jelas tentang STBM terlihat dari rincian pilar STBM. Lima pilar inilah yang menjadi fokus pendekatan sebagai hal-hal utama yang diharapkan agar masyarakat melaksanakannya secara total. Adapun lima pilar itu adalah: stop buang air besar sembarangan (Stop BABS), cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga (PAMMRT), pengelolaan sampah rumah tangga dengan benar, dan pengelolaan limbah cair rumah tangga yang aman. Lima hal itulah yang selama ini menjadi masalah sanitasi utama di masyarakat. 

Pilar pertama STBM adalah “Stop buang air besar sembarangan.” Dalam upaya mencapai pilar pertama ini, untuk wilayah Jawa Tengah, Gubernur mentargetkan bahwa Jawa Tengah harus mencapai keadaan ODF di tahun 2019. Apakah ODF itu? ODF artinya Open Defecation Free, terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan. Artinya, wilayah Jawa Tengah di tahun 2019 nanti sudah harus terbebas dari perilaku masyarakat yang BAB sembarangan. Buang air besar sembarangan  selain berpotensi menularkan berbagai penyakit, juga merupakan perilaku masyarakat yang tidak beretika, mengganggu pemandangan  serta menguarkan aroma tak sedap. Selain tidak sehat, juga tidak sopan atau memalukan.

Untuk Kabupaten Jepara, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara melalui sie Kesehatan Lingkungan di Puskesmas-Puskesmas, melakukan pendekatan STBM dengan kegiatan-kegiatan: pelatihan kader STBM, pendataan STBM, pemicuan, serta verifikasi, dengan tujuan pertama agar desa-desa cakupan Puskesmas menjadi desa ODF, yaitu desa yang telah terbebas dari perilaku masyarakat yang membuang air besar di sembarang tempat seperti di sungai, kebun, atau jamban cemplung terbuka.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara juga mengadakan road show sosialaisasi   STBM. Sosialisasi STBM yang sudah terlaksana di antaranya di  kecamatan  Karimun jawa, Donorojo, Bangsri, Keling,  Mayong, serta nantinya akan berlanjut ke kecamatan-kecamatan lain di Kabupaten Jepara. Road show ini dalam rangka menindaklanjuti Surat Bupati untuk percepatan tercapainya desa ODF.



“Kebanyaan mereka itu tidak mau bikin jamban bukan karena tidak mampu, tapi tidak mau. Ya walaupun untuk membuat jamban sehat perlu biaya, seperti untuk penggalian dan pemasangan pipa pembuatan septic tank, tapi kalau hati sudah niat, pasti bisa terlaksana. Entah itu dengan membuat septic tank massal, atau pembuatan WC umum. Tapi kalau sudah bicara kebiasaan, itu memang agak sulit. Makanya perlu kerja sama dengan stake holder setempat, yang lebih memiliki pengaruh kepada warganya. Akan lebih bagus, jika pemerintahan setempat bisa mengeluarkan peraturan atau kebijakan  resmi yang bersifat memaksa warga agar segera membuat jamban. Bisa juga dengan memberikan stimulant berupa bantuan kloset.” begitu komentar Bapak Hadi Sarwoko, SKM, M.Kes, Ka Sie Kesling di DKK Jepara saat memberikan sambutannya pada acara Sosialisasi STB di Kecamatan Mayong.


Dalam acara sosialisasi STBM di kecamatan yang menghadirkan banyak pihak seperti: Kapolsek, Danramil, Satpol PP, Ka. UPT Disdikpora, Ka. KUA, TP PKK Kecamatan, Ka Puskesmas, Petinggi se-kecamatan, Ketua FKD, Bidan desa se-wilayah cakupan Puskesmas, TP PKK Desa, dan BP SPAMS itu, para petinggi se-kecamatan terutama yang desanya belum ODF diminta berkomitmen untuk sanggup menjadikan desanya sebagai desa ODF di tahun 2018 atau 2019, dengan menandatangani komitmen kesanggupan yang dipasang di dinding  bagian depan forum sosialisasi STBM.


Acara sosialisasi STBM di Kecamatan Mayong


 
Penandatangan Komitmen Desa ODF



Sedangkan desa-desa yang telah dinyatakan sebagai desa ODF di antaranya: Panggang, Balong, Dermolo, Dudak Awu, Klepu, Jambu Timur, Ngetuk, Mangunan dan beberapa desa lain. Tentu bagi desa yang belum ODF, diharapkan segera menyusul mendeklarasikan diri sebagai desa ODF secepatnya sehingga mampu berkontribusi sebagai salah satu dari 35 desa yang ditargetkan Gubernur menjadi desa ODF di tahun 2017 ini. Tentu akan menjadi sebuah prestasi yang patut diacungi jempol.

Pada tahun 2017 ini, menjadi prestasi bagi Kecamatan Tahunan karena dinyatakan sebagai Kecamatan ODF, artinya semua desa di wilayah Kecamatan Tahunan berhasil menjadi desa ODF di tahun 2017 ini. Kira-kira kecamatan mana yang segera menyusul prestasi Tahunan?

Dalam upaya agar wilayah Jepara terbebas dari perilaku BABS (Buang Air Besar Sembarangan) ini, DKK Jepara juga akan meminta dukungan dari beberapa organisasi lain, seperti organisasi profesi IDI, PPNI, HAKLI, dan lain-lain, juga instansi pemerintah lain yang berkaitan atau yang memiliki kepedulian tentang upaya hygiene sanitasi.

Semoga Jepara segera dapat menampilkan diri sebagai kabupaten yang mampu mencapai pilar pertama STBM serta empat pilar lainnya, menjadi kabupaten yang sehat, bersih, indah, dan beretika. Dan memang sudah selayaknya permasalahan masyrakat ini menjadi tanggungjawab kita semua, tak hanya menggantungkan pada upaya pemerintah atau instansi kesehatan saja. Mari kita dukung Jepara agar menjadi Kabupaten yang makin sehat. Hidup Jepara! Trus karyo tataning bumi! Hidup STBM! Aamiin…
logo STBM


NB: Jika ingin menambah informasi lebih lengkap tentang STBM, bisa cari di sini:  http://stbm-indonesia.org/http://stbm-indonesia.org/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi Novel "Aku Ingin Sekolah Lagi" nya Eric Keroncong

Ini Dia Kata Mbak Win, Mengapa Ratu Kalinyamat Tahun Ini Pakai Jilbab.

Yang Sederhana yang Penuh Kesan... Mbak Ima Fasilitator STBM dari Mojokerto